Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Sinergi DISBUDPAR Jatim dan Komisi B DPRD Jatim, Pelatihan Fotografi 2026 di Jember Dorong Ekonomi Kreatif Naik Kelas
Jember, Rilisfakta.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh H. Deni Prasetya, S.E., menggelar Pelatihan Ekonomi Kreatif Jawa Timur Tahun 2026 Subsektor Fotografi di Gedung Sing Ngarso Sung Tulodho, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif, khususnya subsektor fotografi yang semakin strategis di era digital.
Pelatihan diikuti oleh 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas fotografi, pelaku UMKM, konten kreator hingga generasi muda yang ingin mengembangkan potensi di industri kreatif.

Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Parekraf Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Ali Afandi, S.Pd., M.T, dalam sambutannya menegaskan bahwa fotografi saat ini tidak lagi sekadar dokumentasi, melainkan telah menjadi bagian penting dalam industri ekonomi kreatif dan komunikasi visual.
“Di era digital seperti sekarang, kemampuan menghasilkan konten visual yang menarik menjadi kebutuhan utama, baik untuk promosi UMKM, pariwisata, kegiatan budaya hingga media sosial,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan SDM ekonomi kreatif agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami teknik fotografi, tetapi juga mampu melihat peluang ekonomi dan mengembangkan usaha kreatif berbasis visual,” imbuhnya.
Selain peningkatan keterampilan teknis seperti komposisi dan pencahayaan, pelatihan ini juga diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya pelaku usaha jasa fotografi di daerah.
Sementara itu, perwakilan Komisi B DPRD Jawa Timur, H. Deni Prasetya, S.E., menekankan pentingnya fotografi dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita bisa lihat saat menjelang Idul Adha, penjual kambing dan domba sudah banyak memasarkan secara online hanya dengan menampilkan foto. Artinya, kualitas dan kejujuran dalam foto itu sangat penting,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa fotografi memiliki peran strategis dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Utamanya fotografi ini sangat dibutuhkan di sektor pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif. Bagaimana UMKM bisa naik kelas, salah satunya melalui visual yang baik. Karena hari ini dunia digital sangat mendominasi,” tegasnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan lahir talenta-talenta baru di bidang fotografi yang mampu berkontribusi dalam promosi pariwisata serta memperkuat identitas budaya lokal.
Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antar pelaku kreatif untuk membangun jejaring serta membuka peluang usaha baru berbasis kreativitas di Jawa Timur. (Catur)
![]()
