Di Balik Pulihnya Ratusan Siswa Terdampak MBG Karangsono, Tersirat Perjuangan Dinas Pendidikan Jember Menyusuri Rumah Demi Rumah Melalui Koordinasi Kabid SD K3S Dan Pengawas Setempat 

Di Balik Pulihnya Ratusan Siswa Terdampak MBG Karangsono, Tersirat Perjuangan Dinas Pendidikan Jember Menyusuri Rumah Demi Rumah Melalui Koordinasi Kabid SD K3S Dan Pengawas Setempat 
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Di Balik Pulihnya Ratusan Siswa Terdampak MBG Karangsono, Tersirat Perjuangan Dinas Pendidikan Jember Menyusuri Rumah Demi Rumah Melalui Koordinasi Kabid SD K3S Dan Pengawas Setempat

Jember, Rilisfakta.id – Di balik kembalinya ratusan siswa ke ruang kelas pasca dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah SDN Karangsono 01 hingga SDN Karangsono 04, Kecamatan Bangsalsari, tersimpan upaya tanpa henti yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember bersama jajaran pengawas, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), kepala sekolah, dan dewan guru untuk memastikan seluruh peserta didik pulih dan kembali belajar dengan aman.

Dinas Pendidikan Kabupaten Jember melalui Pengawas Bina Kecamatan Bangsalsari Diana Puji Lestari, S.Pd., M.Pd. bersama Ketua K3S Bangsalsari Sumadiyono, S.Pd. dan para kepala sekolah turun langsung melakukan home visit ke rumah-rumah siswa yang terdampak. Selain memberikan dukungan moril kepada siswa dan keluarga, rombongan juga memastikan kondisi kesehatan para peserta didik terus berangsur membaik.

Rangkaian pemantauan tidak hanya dilakukan di rumah para siswa. Tim juga mengunjungi Puskesmas Sukorejo untuk melihat secara langsung perkembangan siswa yang masih menjalani pemeriksaan maupun perawatan, sekaligus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan mengenai kondisi mereka.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Abdullah, mengatakan pihaknya sejak awal terus memantau perkembangan seluruh siswa yang terdampak. Menurutnya, home visit menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus tanggung jawab pemerintah dalam memastikan setiap anak memperoleh perhatian hingga benar-benar pulih.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi anak-anak yang terdampak. Home visit dilakukan untuk memastikan mereka mendapatkan perhatian dan penanganan yang baik hingga benar-benar pulih,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena kondisi para siswa menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sebagian besar peserta didik kini telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Alhamdulillah kami bersyukur anak-anak sudah bisa kembali melaksanakan kegiatan belajar di sekolah. Ini menjadi kabar baik bagi kita semua. Kami berharap kondisi mereka terus membaik hingga pulih sepenuhnya,” tambah Abdullah.

Bersamaan dengan langkah Dinas Pendidikan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SDN Karangsono 03, Novan Dahri Uji Iskandar, S.Pd., M.Pd., juga bergerak cepat bersama dewan guru melaksanakan home visit sejak siang hingga malam hari. Mereka mendatangi rumah-rumah siswa untuk memastikan kondisi kesehatan, memberikan semangat kepada keluarga, serta memantau perkembangan pemulihan setiap peserta didik.

Dedikasi tersebut tidak berhenti di lapangan. Hingga malam hari, Novan tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk awak media, guna memastikan informasi mengenai jumlah siswa terdampak tersampaikan secara akurat sehingga tidak menimbulkan simpang siur di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Bangsalsari Sumadiyono, S.Pd. berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, kesehatan dan keselamatan peserta didik harus menjadi perhatian bersama agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Semoga seluruh peserta didik selalu diberikan kesehatan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar dan sekolah-sekolah di Bangsalsari mampu menorehkan semakin banyak prestasi pada masa mendatang,” tuturnya.

Sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, pengawas, K3S, pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua menjadi bukti bahwa penanganan tidak berhenti setelah kejadian. Pendampingan terus dilakukan hingga para siswa benar-benar pulih, dapat kembali belajar dengan nyaman, dan menatap masa depan dengan semangat baru. (Catur)

Loading