SDN Sawojajar 6 Kota Malang Meledak Di 2026: Dari Lapangan Hingga Panggung Nasional, Anak-Anak SDANSA Tunjukan Berbagai Prestasi Di Kelasnya

SDN Sawojajar 6 Kota Malang Meledak Di 2026: Dari Lapangan Hingga Panggung Nasional, Anak-Anak SDANSA Tunjukan Berbagai Prestasi Di Kelasnya
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

SDN Sawojajar 6 Kota Malang Meledak Di 2026: Dari Lapangan Hingga Panggung Nasional, Anak-Anak SDANSA Tunjukan Berbagai Prestasi Di Kelasnya

Malang, Rilisfakta.id – Minggu, (19/04/2026) Tahun 2026 menjadi saksi bagaimana kerja keras, doa, dan semangat juang anak-anak SDN Sawojajar 6 (Sdansa 6) berbuah manis. Sekolah yang dipimpin oleh Sigit Gunawan, S.Pd. ini Dari lapangan olahraga hingga panggung seni dan keagamaan, satu per satu prestasi diraih—bahkan hingga tingkat nasional.

Di tengah keterbatasan usia, para siswa justru menunjukkan mental juara yang luar biasa. Mereka tidak hanya bertanding, tetapi berani bermimpi dan membuktikan diri.

Di cabang minisoccer putri, Sdansa 6 penuh determinasi. Keringat dan kerja keras mereka terbayar dengan raihan Juara 2 dan Juara 3 kategori KU 10 dan KU 12, serta penghargaan Best Player dan Best Kiper—sebuah bukti kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Euforia prestasi berlanjut di cabang hockey nasional dalam ajang National Hockey 5s Championship – Eden Cup 2026 di Eden Sport Center. Di sinilah mental juara itu benar-benar teruji. Sdansa 6 tak hanya bersaing—mereka mendominasi, dengan membawa pulang Juara 1 (emas) dan Juara 2 (perak) kategori U-12 Mix.

@rilisfakta.korwil.jatim

Pelatih Minisoccer dan Pembina Hockey R. Rieska Fasah Ananda, S.Pd tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

“Anak-anak ini berlatih dengan hati. Mereka jatuh, bangkit, dan tidak pernah menyerah. Ini bukan akhir, ini awal dari perjalanan besar mereka,” ujarnya penuh haru.

 

Tak hanya di olahraga, panggung seni pun menjadi milik Sdansa 6. Dalam ajang FLS3N, mereka bahkan dinobatkan sebagai Juara Umum. Nama-nama seperti Nadia, Badra, Cinta, Yafia, hingga Garin menjadi simbol bahwa bakat, jika diasah dengan tekun, akan menemukan jalannya menuju prestasi.

Pada tingkat kecamatan, semangat itu tetap menyala. Nadia kembali bersinar sebagai Juara 1 menyanyi solo, sementara Cinta dan Yafia tetap konsisten membawa pulang podium.

Di Cabang Atletik Kid, cerita perjuangan lain ditulis. Pada ajang O2SN, Putri Hikmatus Sa’adah melesat menjadi Juara 1 tingkat Gugus maupun Kecamatan di Lapangan FORMA Sawojajar, sebelum akhirnya mengukir Juara 2 tingkat Kota di Lapangan Tunjungsekar. Sementara itu, Ananda Putri juga membanggakan dengan raihan Juara 1 Atletik Kid tingkat Gugus maupun kecamatan.

Di sisi lain, suara lembut penuh makna menggema dalam ajang keagamaan. Ananda Zahra tampil penuh percaya diri dan menyentuh hati, hingga berhasil meraih Juara 1 Lomba Dai Cilik dalam Grand Event Piala Wali Kota Malang 2026.

Guru agama Moh Ja’far Shodiq menyampaikan dengan penuh rasa syukur,
“Ini bukan hanya tentang juara, tapi tentang keberanian anak-anak untuk tampil dan membawa nilai kebaikan.”

Senada dengan itu, Usman menegaskan bahwa perjalanan mereka masih panjang.
“Jangan berhenti di sini. Terus belajar, terus rendah hati, karena masa depan mereka jauh lebih besar dari hari ini.”

Di balik semua itu, ada peran besar para pelatih: Nanda, Yoyok, Syafira, Amini, serta Febrianti. Mereka bukan sekadar melatih, tetapi menyalakan mimpi.

Dukungan orang tua dan seluruh keluarga besar Sdansa 6 menjadi energi yang tak terlihat namun sangat terasa—menguatkan setiap langkah, setiap latihan, dan setiap pertandingan.

Kini, Sdansa 6 tidak sekadar sekolah. Ia menjelma menjadi rumah lahirnya juara—tempat di mana mimpi anak-anak kecil tumbuh besar dan menemukan panggungnya.

Dan dari Kota Malang, mereka telah membuktikan satu hal:

Anak-anak SDANSA 6 tidak hanya berprestasi—mereka menginspirasi. (Catur)

Loading