Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Oplah Sido Maju 01 di Curahketing Disorot, UPKK Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar
Jember, rilisfakta.id — Pelaksanaan program Optimalisasi Lahan (Oplah) di wilayah persawahan Dusun Curahketing, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, menjadi perhatian setelah muncul informasi dari lapangan terkait pelaksanaan pekerjaan perbaikan jaringan irigasi.
@portalrilisfakta.id
Program tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Tani Sido Maju 01, yang berada di wilayah persawahan Dusun Curahketing dan diketuai oleh H. Nurkholis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan yang dilaksanakan berupa perbaikan jaringan irigasi sepanjang sekitar 220 meter pada satu sisi.

Sementara itu, terkait nilai pembiayaan, total anggaran yang dikaitkan dengan program Oplah kelompok tersebut tetap disebut sekitar Rp138 juta, dengan perhitungan berdasarkan luasan 30 hektare dan pembiayaan sekitar Rp4,6 juta per hektare.
Program Oplah tersebut diketahui merupakan program yang diajukan pada 2025 dan direalisasikan pada 2026. Pencairan anggaran disebut telah dilakukan pada awal Agustus 2026 dengan masa pengerjaan selama dua bulan.
UPKK: Pekerjaan Sesuai Standar
Sementara itu, Rego Sendi selaku UPKK (Unit Pengelola Kegiatan) wilayah Sido Maju 01 memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Rego menjelaskan bahwa pekerjaan perbaikan jaringan irigasi yang dilaksanakan Kelompok Tani Sido Maju 01 tersebut telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Adapun pekerjaan yang dilakukan berupa perbaikan jaringan irigasi dengan panjang sekitar 220 meter pada satu sisi.
“Pekerjaan ini sudah sesuai standar. Untuk panjang pekerjaan perbaikan jaringan irigasi sekitar 220 meter satu sisi,” jelas Rego.
Rego juga meluruskan informasi mengenai keberadaan papan proyek yang sebelumnya disebut tidak ada oleh narasumber awal.
Menurutnya, papan proyek sebenarnya telah tersedia dan ditempatkan di sebelah utara lokasi pekerjaan. Hal tersebut juga ditunjukkan langsung kepada awak media saat berada di lokasi.

“Untuk papan proyek sebenarnya ada. Letaknya di sebelah utara proyek, dan tadi sudah kami tunjukkan,” ungkapnya.
Dengan adanya penjelasan tersebut, informasi mengenai tidak adanya papan proyek perlu diluruskan. Keberadaan papan informasi tersebut menjadi bagian penting dalam keterbukaan pelaksanaan program sehingga masyarakat dapat mengetahui informasi dasar mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Rego menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap pengawasan maupun informasi yang berkembang di masyarakat, selama dilakukan berdasarkan kondisi dan data yang ada di lapangan.
“Kalau terkait pekerjaan, kami pastikan pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan dan standar yang sudah ditetapkan,” pungkas Rego. (Catur)
![]()
