
JAKARTA RILISFAKTA.ID — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni tetap beroperasi normal pasca-peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). ASDP menegaskan bahwa aspek keselamatan penumpang dan pelayaran tetap menjadi prioritas utama.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif dengan memperketat pemantauan cuaca dan perairan serta menyiagakan armada kapal di kedua pelabuhan.
”Keselamatan pengguna jasa dan pelayaran merupakan prioritas utama kami. Dalam situasi pasca-aktivitas GAK, kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan regulator, BMKG, serta PVMBG agar setiap keputusan operasional tepat sasaran,” ujar Heru dalam keterangan tertulisnya.
Untuk melayani pengguna jasa, ASDP menyiagakan 32 kapal di Pelabuhan Merak dan 28 kapal di Pelabuhan Bakauheni.
Data operasional Cabang Merak mencatat pergerakan sebanyak 32.280 penumpang dan 8.629 kendaraan pada Jumat (4/9/2026). Jumlah tersebut melandai pada Sabtu (5/9/2026) menjadi 28.826 penumpang dan 8.075 kendaraan, atau turun sekitar 6,42%.
Sementara di Pelabuhan Bakauheni, tercatat 1.365 penumpang dan 6.736 kendaraan melintas pada Sabtu (5/9/2026), tidak jauh berbeda dari hari sebelumnya yang mencapai 1.361 penumpang dan 7.371 kendaraan.
Sebagai langkah pencegahan terhadap bahaya debu vulkanik, ASDP membagikan masker gratis kepada kru KMP Jatra III serta para penumpang yang naik dan turun dari kapal tersebut pada Minggu siang.
Masyarakat yang hendak melakukan penyeberangan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memantau informasi cuaca resmi dari BMKG/PVMBG, serta selalu mematuhi instruksi petugas di area pelabuhan maupun kapal.(*)
![]()
