Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Dituding Terjadi di SDN Selodakon 02, Guru Klarifikasi Video Dugaan Kekerasan: Peristiwa Disebut Terjadi di SDN Selodakon 04
Jember, rilisfakta.id – Ramainya sebuah video yang beredar di media sosial Info Warga Jember terkait dugaan kekerasan terhadap seorang siswi mendapat klarifikasi dari pihak sekolah. Video tersebut sebelumnya mengarah pada dugaan bahwa peristiwa terjadi di SDN Selodakon 02, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.
Perwakilan dewan guru SDN Selodakon 02, Wardatul Firdausi, S.Pd., memberikan penjelasan dalam wawancaranya bersama aliansi awak media yang mengatasnamakan Tim Gedor.
Wardatul menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang diketahui pihak sekolah, peristiwa dugaan bullying tersebut bukan terjadi di SDN Selodakon 02, melainkan di SDN Selodakon 04.
“Peristiwa tersebut bukan terjadi di SDN Selodakon 02,” demikian inti penjelasan yang disampaikan Wardatul.
Ia juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut disebut berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB, atau bukan pada jam pembelajaran reguler.
Penjelasan tersebut turut ditegaskan oleh salah satu perwakilan guru SDN Selodakon 04, Eko Guswantoro. Ia membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi sebelum kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dimulai.
Menurut Eko, saat itu para siswa dan siswi sedang menunggu kedatangan pembina Pramuka. Dalam situasi tersebut, seorang siswi yang disebut sebagai korban didatangi oleh sejumlah anak yang berdasarkan informasi sementara diketahui merupakan siswi dari SDN Selodakon 01 dan SDN Selodakon 02.
Terkait dugaan motif, Eko menyampaikan bahwa informasi yang beredar menyebut persoalan tersebut bermula dari dugaan kecemburuan dan persoalan pertemanan yang berkaitan dengan seorang laki-laki serta percakapan melalui WhatsApp. Namun, hal tersebut masih merupakan informasi yang perlu diklarifikasi lebih lanjut oleh pihak-pihak terkait.
Kepala Sekolah maupun PLT SDN Selodakon 01 dan SDN Selodakon 02 belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi oleh awak media.
Sementara itu, Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Abdullah, S.Pd., M.Pd., yang hadir dalam proses mediasi, juga belum memberikan penjelasan mengenai hasil mediasi ketika ditanya awak media.
K3S Wilayah Tanggul, Titin Agustin, S.Pd., M.Pd. Menjelaskan bahwa proses mediasi masih terus berjalan.
“Mediasi masih terus berjalan,” ujarnya, seraya berharap persoalan tersebut segera menemukan titik terang.
Di sisi lain, Pengawas Sekolah Dasar, Siti Subuh Hemi, S.Pd., M.Pd. Memberikan pesan kepada seluruh sekolah dasar di wilayah Tanggul agar senantiasa meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap para siswa dan siswi.

Ia juga mengajak para orang tua atau wali murid untuk turut bekerja sama dengan pihak sekolah. Menurutnya, orang tua memiliki waktu yang lebih banyak bersama anak ketika berada di luar lingkungan sekolah sehingga peran keluarga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang anak.

“Sekolah harus selalu memperhatikan para siswa dan siswinya. Kepada wali murid, karena lebih banyak waktu bersama anak-anak, kami mohon kerja samanya agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang baik untuk anak,” pesan Siti.
Hingga berita ini diterbitkan, proses mediasi antara pihak-pihak terkait masih berlangsung. (Tim)
![]()
