Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Tampilkan Kekayaan Budaya Nusantara, Karnaval Budaya Desa Tugusari Pecah!
Jember, rilisfakta.id — Karnaval Budaya Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, berlangsung meriah dan sukses digelar pada Sabtu malam (19/9/2026). Kegiatan tahunan yang dimulai sekitar pukul 18.30 WIB tersebut berlangsung semarak dengan menampilkan perpaduan seni, budaya daerah, dan hiburan modern.
Karnaval tahun ini diikuti sebanyak 17 rombongan, terdiri dari 16 rombongan peserta dan satu rombongan PKK Pemerintah Desa Tugusari.
Suasana semakin menarik ketika Kepala Desa Tugusari, Akhmat Khoiri, SH, bersama Ketua TP PKK Desa Tugusari yang juga istrinya, Khosidah, tampil duduk di atas kereta kencana kerajaan. Keduanya diiringi rombongan PKK Desa Tugusari yang turut memeriahkan jalannya karnaval.
Akhmat Khoiri mengatakan, karnaval tahun ini sengaja mengangkat konsep kebudayaan dengan memadukan cerita maupun tarian daerah dengan iringan sound system karnaval yang tengah digemari masyarakat.
“Kami mengusung tema kebudayaan. Tarian atau cerita daerah tetap menjadi bagian utama, kemudian dipadukan dengan iringan sound karnaval masa kini,” ujar Akhmat Khoiri.
Menurutnya, penilaian dalam kegiatan tersebut lebih diarahkan pada kreativitas penampilan dan kekayaan budaya yang ditampilkan masing-masing peserta.
“Kami ingin penilaiannya lebih dominan pada penampilan dan kekayaan budaya. Harapannya, karnaval Tugusari ke depan memiliki ciri khas dan tidak hanya berbasis sound horeg,” jelasnya.
Ia berharap penggunaan sound system modern dapat menjadi sarana untuk memperkuat pertunjukan budaya Nusantara, bukan justru menghilangkan unsur keseniannya.
“Ke depan kami ingin sound yang digemari masyarakat tetap digunakan sebagai iringan, tetapi pertunjukannya tetap mengedepankan budaya Nusantara. Bahkan tahun depan kami berharap masyarakat lebih mengutamakan kesenian daerahnya dibanding tahun ini,” ungkapnya.

Didukung Hendra C Putra
Suksesnya pelaksanaan Karnaval Budaya Desa Tugusari juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satunya Hendra C Putra, Owner Anak Tambang Kalimantan, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media, Hendra menyampaikan keinginannya agar Desa Tugusari semakin ramai dengan berbagai kegiatan hiburan yang tetap memberikan dampak positif bagi perkembangan desa.
“Saya ingin Tugusari menjadi desa yang ramai hiburan dan semakin maju, sehingga ke depan bisa menjadi salah satu desa wisata yang dominan,” kata Hendra.
Ia berharap berbagai kegiatan yang digelar di Desa Tugusari dapat terus berkembang dan memberikan daya tarik bagi masyarakat dari luar desa.
“Semoga ke depan semakin sukses dan kegiatan seperti ini bisa terus berkembang,” imbuhnya.





Dancer Banyuwangi: Budaya Tetap Terjaga
Kemasan Karnaval Budaya Desa Tugusari juga mendapat perhatian dari salah satu dancer asal Banyuwangi, Nindiska Keysa Jingga Velania. Menurutnya, konsep yang diterapkan dalam karnaval tersebut memiliki keunikan tersendiri karena tidak hanya mengandalkan dance modern maupun sound horeg.

“Menurut saya, karnaval Tugusari memiliki nilai yang unik. Tidak hanya menampilkan dance modern dan sound horeg, tetapi nilai-nilai kebudayaannya tetap terjaga,” ungkap Nindiska.

Kemeriahan Karnaval Budaya Desa Tugusari pun menjadi gambaran antusiasme masyarakat dalam merayakan seni dan budaya. Perpaduan antara kesenian tradisional dengan hiburan modern menjadi warna tersendiri yang diharapkan dapat terus dikembangkan pada pelaksanaan karnaval tahun-tahun berikutnya. (Catur)
![]()

