Disbudpar Jawa Timur Bersinergi dengan Anggota DPRD Komisi B, H. Deni Prasetya, Dukung Pelestarian Seni Jaran Kencak dan Penguatan Ekonomi Kreatif

Disbudpar Jawa Timur Bersinergi dengan Anggota DPRD Komisi B, H. Deni Prasetya, Dukung Pelestarian Seni Jaran Kencak dan Penguatan Ekonomi Kreatif
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Disbudpar Jawa Timur Bersinergi dengan Anggota DPRD Komisi B, H. Deni Prasetya, Dukung Pelestarian Seni Jaran Kencak dan Penguatan Ekonomi Kreatif

Jember, rilisfakta.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya melestarikan seni dan budaya daerah. Salah satunya diwujudkan melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Pawai Budaya Seni Jaran Kencak Jawa Timur yang berlangsung di Lapangan Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga eksistensi kesenian tradisional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat melalui potensi budaya lokal.

Kepala Seksi Pemberdayaan Lembaga Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Bambang Priantono, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya perlindungan, pelestarian, pemanfaatan, dan pengembangan seni budaya di Jawa Timur.

Menurutnya, kegiatan Pawai Budaya Seni Jaran Kencak tidak hanya menjadi ajang hiburan dan ekspresi seni masyarakat, tetapi juga memiliki dampak lebih luas terhadap pergerakan ekonomi masyarakat setempat.

“Melalui kegiatan Pawai Budaya Seni Jaran Kencak ini, kami berharap tidak hanya menjadi sebuah pesta euforia atau hiburan semata, tetapi juga mampu menggerakkan perputaran ekonomi kreatif di wilayah Tegalwangi dan Umbulsari, Kabupaten Jember, khususnya. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Jawa Timur,” ungkap Bambang.

Ia menambahkan, pengembangan seni budaya membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pelaku seni, akademisi, dunia usaha hingga pemerintah.

“Pemprov Jawa Timur terus mendorong kolaborasi antara pelaku seni budaya dengan berbagai pihak. Dengan kolaborasi tersebut, ekosistem ekonomi kreatif diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, baik bagi para pelaku ekonomi kreatif maupun masyarakat luas,” tambahnya.

H. Deni Prasetya: Pelestarian Budaya Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat

Dukungan terhadap pelestarian kesenian tradisional juga disampaikan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi B, H. Deni Prasetya, S.E.

Ia menilai kesenian Jaran Kencak merupakan salah satu kekayaan budaya Jawa Timur yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, keberadaan kesenian tradisional bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.

H. Deni Prasetya menegaskan bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

“Jaran Kencak merupakan salah satu kesenian tradisional yang menjadi kekayaan budaya Jawa Timur. Kesenian seperti ini harus terus kita jaga, kita lestarikan, dan kita kembangkan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ungkap H. Deni Prasetya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan seni budaya seperti Pawai Jaran Kencak juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan sektor usaha kreatif yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Melestarikan budaya bukan hanya tentang menjaga tradisi agar tetap hidup, tetapi juga bagaimana budaya tersebut bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, UMKM dapat ikut tumbuh, ekonomi kreatif bergerak, dan masyarakat mendapatkan dampak positif,” jelasnya.

Ia berharap penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan, keterlibatan masyarakat maupun dampak ekonomi yang dihasilkan.

“Harapan kami, ke depan kegiatan pelestarian seni dan budaya seperti ini semakin baik dan terus mengalami peningkatan, khususnya di wilayah Jawa Timur. Kita ingin kesenian tradisional tetap lestari, sekaligus mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Catur)

Loading