Detik-Detik Menuju Aksi! Jember Selatan Bersatu Menggelora, Ultimatum Menggema: “Tutup PT Imasco!”

Detik-Detik Menuju Aksi! Jember Selatan Bersatu Menggelora, Ultimatum Menggema: “Tutup PT Imasco!”
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Detik-Detik Menuju Aksi! Jember Selatan Bersatu Menggelora, Ultimatum Menggema: “Tutup PT Imasco!”

Jember, rilisfakta.id – Selasa, (21/4/2026) Waktu terus berjalan. Hitungan menuju hari aksi semakin dekat. Suasana di Jember Selatan kian memanas. Dalam barisan Jember Selatan Bersatu (JSB), gelombang perlawanan rakyat kini tak lagi bisa dibendung.

Dari 12 desa, suara yang dulu terpecah kini menyatu dalam satu komando. Bersama MAKI Jawa Timur dan Laskar Jahanam Jember, masyarakat bersiap menggelar Konsolidasi Akbar yang diyakini menjadi titik balik: dari sekadar keluhan menjadi perlawanan terbuka, dengan satu tuntutan yang tak lagi bisa ditawar—“Tutup PT Imasco!”

Kemarahan ini bukan tanpa alasan. Pada 17 April 2026, Ketua MAKI Jatim dan Ketua Laskar Jahanam Jember turun langsung ke lapangan. Mereka mendengar sendiri keluhan warga, melihat langsung kondisi nyata yang selama ini dipendam. Dugaan persoalan lingkungan, terganggunya kehidupan sosial, hingga janji perusahaan yang dianggap tak pernah benar-benar terwujud—semua menjadi bara yang kini menyala.

Alih-alih mereda, situasi justru semakin mengeras. Sehari setelahnya, 18 April 2026, perwakilan warga dari 12 desa resmi membentuk Jember Selatan Bersatu (JSB)—sebuah kekuatan kolektif yang kini bergerak dengan satu arah dan satu tujuan.

Kini, semua mata tertuju pada Minggu, 26 April 2026. Bertempat di Lapangan Voli Kapuran, Desa Kasiyan Timur, ribuan warga dipastikan akan hadir. Ini bukan sekadar pertemuan. Ini adalah panggung rakyat. Ini adalah deklarasi bahwa kesabaran telah mencapai batasnya.

Seruan demi seruan menggema:

Lingkungan harus sehat.

Jalan rusak harus diperbaiki.

Hak CSR untuk rakyat harus ditegakkan.

Gerakan ini juga menegaskan bahwa aksi demo akbar bukan lagi sekadar wacana. Seluruh kekuatan sedang disusun—rapi, terukur, dan masif. Targetnya jelas: menekan hingga tuntutan utama terpenuhi—penghentian operasional PT Imasco.

MAKI Jatim dan Laskar Jahanam Jember menyatakan siap berada di garis depan. Seluruh struktur hingga Satgas akan digerakkan untuk memastikan gerakan ini solid, tak goyah, dan tak terpecah.

Di tingkat nasional, tekanan mulai diarahkan. Komunikasi dengan Komisi XII DPR RI hingga Wakil Ketua DPR RI telah dilakukan. Rapat Dengar Pendapat didorong agar persoalan ini terbuka di hadapan publik nasional.

Tak berhenti di situ, langkah lebih besar tengah disiapkan. Isu ini akan diangkat ke panggung nasional melalui media pusat dan jaringan NGO di Jakarta. Bahkan, surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto tengah disusun—sebuah seruan langsung dari rakyat yang merasa haknya diabaikan.

Dorongan evaluasi terhadap legalitas PT Imasco pun menguat. Koordinasi dengan Komnas HAM RI dan kementerian terkait dilakukan untuk memastikan: apakah semua sudah sesuai aturan, atau justru ada yang selama ini luput dari pengawasan.

Di tengah gelombang ini, satu hal menjadi jelas—kepercayaan publik terhadap PT Imasco terus runtuh. Janji tak lagi dipercaya. Realita di lapangan berbicara lebih keras dari kata-kata.

Ketua MAKI Jatim, Heru, menegaskan dengan nada tegas:

“Ini bukan lagi sekadar aspirasi. Ini adalah ultimatum. Dalam barisan Jember Selatan Bersatu, kami tegaskan—perjuangan ini tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar hadir bagi masyarakat.”

Dan kini, waktu terus mendekat.

Detik-detik menuju aksi semakin nyata.

Jember Selatan telah bersatu.

Perlawanan telah dimulai. (Catur)

Loading