Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Desa Cerdas, Inklusif, dan Tangguh Jadi Fokus KKN Kolaboratif Jember 2026
Jember, rilisfakta.id – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Jember mulai bersiap menjalankan pengabdian di tengah masyarakat setelah mengikuti seremoni pemberangkatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kabupaten Jember Tahun 2026 di Alun-Alun Jember, Minggu (19/7/2026). Kehadiran para mahasiswa tersebut diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan solusi nyata guna mendukung terwujudnya desa yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
Melalui gerakan Desa Cinta Jilid II, pemerintah daerah bersama perguruan tinggi membangun sinergi untuk memperkuat pembangunan berbasis potensi desa. Program ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan dan pendampingan.
Pada pelaksanaan tahun ini, KKN Kolaboratif mengusung tema “KKN Kolaboratif Berdampak dalam Mewujudkan Desa Cerdas, Inklusif, dan Tangguh.” Tema tersebut menjadi landasan bersama dalam mendorong pembangunan desa yang adaptif, berkelanjutan, serta mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember yang mewakili Dewan Pengarah dan unsur pimpinan penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program KKN Kolaboratif 2026.
Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Jember beserta seluruh jajaran pemerintahan mulai tingkat kecamatan hingga desa yang turut berperan aktif dalam memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya Bupati Jember beserta seluruh jajaran pemerintah daerah dari tingkat kecamatan hingga desa atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan KKN Kolaboratif tahun ini,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui keterlibatan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, program ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang dapat membantu menyelesaikan persoalan di tingkat desa.
Selain menjalankan kegiatan pengabdian, para mahasiswa juga didorong untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi lokal, hingga pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan desa.

Gerakan Desa Cinta Jilid II menjadi kelanjutan dari upaya membangun kemitraan yang berkesinambungan antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung selama masa KKN, tetapi juga mampu melahirkan program-program inovatif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pedesaan.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, ribuan mahasiswa peserta KKN Kolaboratif Kabupaten Jember Tahun 2026 siap mengabdikan diri di berbagai desa untuk mendukung terwujudnya desa yang cerdas, inklusif, tangguh, dan mampu berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. (Catur)
![]()

