Bupati Radityo Egi Pratama Sambut Positif dan Siap Menyukseskan HPN-PORWANAS 2027 Bersama PWI

Bupati Radityo Egi Pratama Sambut Positif dan Siap Menyukseskan HPN-PORWANAS 2027 Bersama PWI
Bagikan berita ini :

KALIANDA (rilisfakta.id) — Lampung Selatan berpeluang menjadi salah satu panggung penting dalam gelaran Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Rangkaian agenda nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 5–12 April 2027 itu diperkirakan membawa sekitar 5.000 wartawan dan anggota kontingen dari berbagai daerah di Indonesia ke Provinsi Lampung.

Besarnya arus kedatangan tersebut dinilai bukan sekadar momentum olahraga dan peringatan hari pers, tetapi juga peluang strategis untuk mengangkat potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Peluang itu mendapat sambutan positif dari Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. Ia menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menyukseskan HPN dan Porwanas 2027, termasuk membuka ruang agar Lampung Selatan menjadi bagian dari rangkaian agenda nasional tersebut.
Komitmen itu disampaikan Egi saat menerima audiensi PWI Provinsi Lampung dan PWI Lampung Selatan di ruang kerja Bupati Lampung Selatan, Jumat (14/8/2026).

Dalam audiensi tersebut, jajaran PWI memaparkan sejumlah persiapan menuju penyelenggaraan HPN dan Porwanas 2027 yang akan dipusatkan di Provinsi Lampung.
Porwanas dijadwalkan dimulai pada 5 April 2027 dengan pembukaan yang direncanakan berlangsung di Stadion Pahoman, Bandar Lampung. Sementara rangkaian HPN berlangsung 9–12 April, dengan puncak peringatan dijadwalkan pada 12 April 2027.
Bagi Lampung Selatan, kehadiran ribuan wartawan dan kontingen dari seluruh Indonesia merupakan peluang yang terlalu besar untuk sekadar dilewatkan.

Wisata, kuliner, UMKM, seni budaya hingga berbagai program pembangunan daerah dapat dikemas menjadi narasi yang diperkenalkan kepada peserta dan masyarakat luas.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan HPN dan Porwanas ini. Besar harapan saya Lampung Selatan bisa menjadi salah satu titik singgah dan destinasi bagi para kontingen,” kata Egi.

Menurutnya, keterlibatan Lampung Selatan bukan hanya soal kebanggaan sebagai bagian dari agenda nasional. Lebih jauh, momentum tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan daerah secara lebih luas.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi Lampung Selatan, tetapi juga kesempatan untuk menjadikan Lampung semakin dikenal sebagai magnet event-event besar,” ujarnya.

Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah mengatakan HPN dan Porwanas 2027 harus mampu meninggalkan dampak yang lebih panjang bagi Lampung.
Menurut dia, ribuan wartawan dan kontingen yang datang dapat menjadi bagian dari mesin promosi daerah. Mobilitas mereka berpotensi mendorong aktivitas sektor transportasi, akomodasi, kuliner, UMKM hingga destinasi wisata.

“Harapan kami, dukungan dari Pemkab Lampung Selatan dapat membuat kami menjadi tuan rumah yang baik, sekaligus mampu meraih prestasi dalam Porwanas,” ujar Wirahadikusumah.

Porwanas 2027 sendiri akan mempertandingkan 14 cabang olahraga. Selain kompetisi olahraga, rangkaian kegiatan juga diwarnai perlombaan jurnalistik, di antaranya fotografi, video jurnalistik dan karya tulis yang diperkirakan melibatkan sekitar 200 jurnalis.
Lampung Selatan direncanakan menjadi salah satu lokasi dalam rangkaian kegiatan jurnalistik tersebut.

Jika terealisasi, ribuan karya jurnalistik yang lahir dari rangkaian kegiatan itu berpotensi menjadi etalase gratis bagi Lampung Selatan. Setiap foto, video maupun tulisan yang dipublikasikan dapat membawa cerita tentang daerah tersebut ke berbagai penjuru Indonesia.

Rangkaian HPN dan Porwanas juga tidak hanya berbicara tentang olahraga dan jurnalistik. Agenda lingkungan turut disiapkan.
Para ketua PWI dari berbagai provinsi direncanakan membawa tanaman khas daerah masing-masing untuk ditanam dalam kegiatan penghijauan di SMA Kebangsaan, Lampung Selatan.

Rencana tersebut mendapat respons positif dari Bupati Egi.
Ia melihat kegiatan penghijauan bukan sekadar seremoni, tetapi dapat dikaitkan dengan agenda lingkungan dan ketahanan pangan yang memiliki manfaat jangka panjang.

“Menanam pohon ini bisa kita kaitkan dengan program pangan dan lingkungan. Pemerintah dan organisasi wartawan harus bisa bersama-sama mengambil bagian dalam menghadapi tantangan ke depan, termasuk persoalan lingkungan dan perubahan iklim,” katanya. ***

Loading