Bangkit dari Ruang Perawatan, Gus Fawait Tancap Gas Lewat “Pro Guse Update”: RS Soebandi Ditarget Naik Kelas, Layanan Publik Digenjot!

Bangkit dari Ruang Perawatan, Gus Fawait Tancap Gas Lewat “Pro Guse Update”: RS Soebandi Ditarget Naik Kelas, Layanan Publik Digenjot!
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Bangkit dari Ruang Perawatan, Gus Fawait Tancap Gas Lewat “Pro Guse Update”: RS Soebandi Ditarget Naik Kelas, Layanan Publik Digenjot!

Jember, rilisfakta.id – Penampilan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, dalam agenda “Pro Guse Update” kali ini menyita perhatian. Pasalnya, kegiatan tersebut digelar tak lama setelah dirinya menjalani perawatan selama empat hari di RSD dr Soebandi.

Meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih—terlihat dari bekas infus yang masih menempel di tangan kirinya—Gus Fawait tetap hadir dengan semangat tinggi di hadapan awak media. Wajahnya memang masih tampak lelah, namun nada bicaranya tegas dan penuh optimisme saat memaparkan sejumlah capaian dan rencana strategis Pemerintah Kabupaten Jember.

Dalam pemaparannya, Gus Fawait menegaskan bahwa RSD dr Soebandi kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi rumah sakit rujukan utama kawasan Tapal Kuda. Ia menyebutkan, peningkatan kualitas layanan dan fasilitas kesehatan terus dilakukan secara konsisten.

“Target kita jelas, RSD dr Soebandi harus naik kelas menjadi rumah sakit tipe A,” tegasnya.

Saat ini, rumah sakit tersebut telah berstatus tipe B Pendidikan dan bahkan ditunjuk sebagai penyelenggara Rumah Sakit Pendidikan Utama berbasis rumah sakit (hospital based). Sebuah pencapaian prestisius, mengingat hanya dua rumah sakit di Jawa Timur yang memperoleh kepercayaan tersebut, yakni RSU dr Soetomo dan RSD dr Soebandi Jember, dari ratusan kandidat yang mendaftar.

Tak hanya dari sisi layanan, perubahan signifikan juga terjadi dalam aspek keuangan. RSD dr Soebandi yang sebelumnya mengalami kerugian, kini justru mencatatkan keuntungan dan menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember pada akhir 2025. Tren positif ini juga mulai diikuti oleh rumah sakit daerah lain seperti Balung dan Kalisat.

Di sektor pelayanan publik, inovasi juga terus digulirkan. Pemerintah Kabupaten Jember telah menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini di beberapa kecamatan, di antaranya Jombang, Tanggul, dan Mayang. Sementara wilayah Kalisat dan Sukowono tengah dalam tahap pengembangan.

MPP Mini ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan, mulai dari perizinan usaha, administrasi kependudukan, layanan sosial, hingga urusan perpajakan.

Tak berhenti di situ, Gus Fawait juga meluncurkan kebijakan insentif fiskal berupa penghapusan denda keterlambatan pajak daerah hingga 30 Juni 2026. Program ini mencakup berbagai sektor, seperti PBB P2, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), hingga pajak jasa seperti parkir, hotel, reklame, dan air tanah.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan daerah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Program inovatif akan terus kami hadirkan. Ini komitmen kami untuk mewujudkan Jember yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkas Gus Fawait.

Dengan semangat yang tak surut meski baru bangkit dari masa pemulihan, Gus Fawait menunjukkan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan dan bahkan terus dipacu lebih kencang demi kemajuan Jember. (Catur)

Loading