Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Tugusari Bersholawat: Ribuan Jamaah Padati Alun-Alun, Ruang Publik Disulap Jadi Pusat Keberkahan
Jember, rilisfakta.id – Suasana religius penuh kekhidmatan menyelimuti Alun-Alun Nusantara Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Sabtu malam (18/4/2026). Ribuan jamaah memadati lokasi dalam gelaran “TUGUSARI BERSHOLAWAT” yang diselenggarakan Rayon IASSYAF Tugusari dan Banjarsari bersama Majelis Rotibul Haddad dan Sholawat Al-Muhibbin Asy-Syafi’iyah.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB itu berlangsung meriah dan tertib. Sejak sore, jamaah dari berbagai wilayah mulai berdatangan hingga memenuhi area alun-alun yang dikenal luas dan representatif tersebut.

Salah satu warga Bangsalsari, Fajar, menilai pemilihan lokasi sangat tepat.
“Tempatnya luas, nyaman, dan suasananya indah. Sholawat di sini terasa lebih khusyuk karena vibes-nya sangat mendukung,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi fasilitas pendukung yang dinilai memadai.
“Parkirnya luas dan tertata rapi. Ini menunjukkan alun-alun ini memang siap untuk kegiatan besar,” imbuhnya.
Pengamanan kegiatan turut diperkuat oleh jajaran Banser di bawah koordinasi Ketua Ansor Bangsalsari, M. Syahrul Rizal. Kehadiran mereka memastikan acara berjalan aman dan kondusif.
Syahrul menyebut, keberadaan Alun-Alun Tugusari membawa dampak besar bagi masyarakat.
“Saya sudah beberapa kali ikut pengamanan di sini. Dulu ini lahan tebu, sekarang menjadi pusat kegiatan keagamaan yang hidup dan penuh barokah,” katanya.
Menurutnya, transformasi tersebut tidak lepas dari peran Kepala Desa Tugusari, Akhmat Khoiri, dalam mengelola ruang publik secara optimal.
Sementara itu, Kepala Desa Tugusari Akhmat Khoiri mengaku bersyukur alun-alun desa kerap menjadi pilihan berbagai kegiatan.
“Kami sangat bersyukur Alun-Alun Tugusari sering digunakan untuk pengajian, sholawat, dan kegiatan positif lainnya,” ujarnya.
@rilisfakta.korwil.jatim
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan.
“Terima kasih kepada Majelis Al-Muhibbin yang telah memilih tempat ini. Kami siap mendukung setiap kegiatan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain kegiatan keagamaan, alun-alun tersebut juga dimanfaatkan untuk aktivitas pendidikan seperti pramuka, kemah, hingga lomba tingkat MI.

“Alun-alun ini kami siapkan untuk berbagai kegiatan, baik keagamaan maupun pendidikan, agar bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Gelaran “Tugusari Bersholawat” menjadi bukti bahwa ruang publik desa dapat bertransformasi menjadi pusat kegiatan yang tidak hanya representatif, tetapi juga menghadirkan nilai spiritual dan kebersamaan bagi warga. (Catur)
![]()

