Menuju Desa Santri : Kepala Desa Tugusari Menjadi Desa Mandiri dan Religius dalam Haul Umum Ponpes As Salam

Menuju Desa Santri : Kepala Desa Tugusari Menjadi Desa Mandiri dan Religius dalam Haul Umum Ponpes As Salam
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Menuju Desa Santri : Kepala Desa Tugusari Menjadi Desa Mandiri dan Religius dalam Haul Umum Ponpes As Salam

Jember, rilisfakta.id — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan Haul Umum Pondok Pesantren As Salam yang dirangkaikan dengan acara lepas pisah santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SMP, SMK At-Tanzil hingga Madin As Salam, pada Sabtu malam Minggu (25/4/2026).

Kegiatan yang dimulai selepas Maghrib tersebut dihadiri oleh tokoh agama, wali santri, masyarakat, serta jajaran pemerintah desa. Mengundang Mubaligh ternama Gus Yasir Arafat dan Ny. Hj. Ma’rufah S.M, yang menjadi bagian penting memotivasi perjalanan pendidikan dan pembinaan generasi muda di lingkungan Pondok Pesantren As Salam.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Tugusari, Akhmat Khoiri, S.H., menyampaikan harapan besarnya terhadap masa depan Desa Tugusari. Ia menegaskan pentingnya membangun desa yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan sosial.

 

“Ke depan, kami berharap Tugusari menjadi desa yang mandiri, tertib, dan berkarakter. Desa yang tidak hanya berkembang dari sisi pembangunan, tetapi juga unggul dalam akhlak dan pendidikan generasi mudanya,” ujar Akhmat Khoiri.

Ia juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap Pondok Pesantren As Salam yang selama ini berperan aktif dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan berbasis keagamaan.

Menurutnya, keberadaan pondok pesantren menjadi benteng moral sekaligus pusat pembinaan yang sangat strategis dalam menghadapi tantangan zaman.

“Pondok pesantren seperti As Salam ini adalah cahaya bagi desa. Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, kita membutuhkan tempat-tempat yang mampu menjaga nilai-nilai agama, akhlak, dan budaya. Saya secara pribadi dan atas nama pemerintah desa memberikan dukungan moril dan motivasi penuh agar Ponpes As Salam terus berkembang dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlakul karimah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Akhmat Khoiri juga menyinggung momentum haul sebagai ajang refleksi dan penguatan spiritual masyarakat.

“Haul ini bukan sekadar mengenang, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat iman dan mempererat silaturahmi. Dari sini kita belajar tentang keteladanan para pendahulu, tentang perjuangan dalam menegakkan nilai-nilai kebaikan, dan tentang pentingnya menjaga kebersamaan dalam membangun desa,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para santri yang telah menyelesaikan pendidikannya agar terus melanjutkan perjuangan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kepada anak-anakku yang hari ini dilepas, jangan pernah berhenti belajar. Jadilah generasi yang membawa manfaat bagi lingkungan, menjaga nama baik pondok, dan terus mengamalkan ilmu yang telah didapat. Kalian adalah harapan masa depan Tugusari,” ujarnya penuh harap.

Acara berlangsung dengan penuh khidmat, diisi dengan doa bersama, tausiah, serta prosesi lepas pisah yang mengundang haru para hadirin. Momen tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun generasi yang lebih baik. (Catur)

Loading