
KALIANDA RILISFAKTA.ID — Kabupaten Lampung Selatan mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi Provinsi Lampung dengan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,71 persen pada tahun 2025. Angka ini mencatatkan rekor tertinggi di tingkat provinsi, sekaligus menjadi modal penting untuk memacu kesejahteraan masyarakat setempat.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa tingginya angka pertumbuhan ekonomi tersebut tidak boleh berhenti di atas kertas statistik semata, melainkan harus membawa dampak langsung pada terbukanya lapangan kerja, berkembangnya peluang usaha, dan meningkatnya pendapatan warga.
Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Senaya Beach, Kalianda, Kamis (17/9/2026).
”Capaian pertumbuhan ekonomi 5,71 persen ini perlu kita apresiasi bersama. Namun, pemerintah daerah tidak boleh hanya berfokus pada statistik. Kita harus memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh ikut terangkat,” ujar Radityo Egi Pratama.
Salah satu sektor strategis yang kini menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan adalah pariwisata. Pada tahun 2025, angka kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan diproyeksikan menembus 1,5 juta orang. Kendati demikian, sektor pariwisata baru menyumbang sekitar 1,4 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, yang hingga kini masih didominasi oleh industri pengolahan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa minimnya kontribusi ekonomi tersebut disebabkan oleh singkatnya length of stay atau durasi tinggal para pelancong. Sebagian besar wisatawan tercatat hanya menghabiskan waktu rata-rata 3 jam di destinasi wisata sebelum akhirnya pulang atau memilih menginap di luar wilayah Lampung Selatan.
”Tantangan utama kita adalah bagaimana meningkatkan durasi tinggal wisatawan dari yang tadinya hanya 3 jam menjadi minimal 2 hari 1 malam. Jika ini terwujud, perputaran uang dan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Lampung Selatan akan meningkat drastis,” tegas Bupati.
Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Lampung Selatan mengambil langkah konkrit dengan mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang, fasilitas amenitas, serta akomodasi yang representatif seperti hotel dan resort.
Guna memuluskan langkah ini, Pemkab menekankan sejumlah poin strategis:
Kemudahan Perizinan Investasi: Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh dan pengawalan proses perizinan bagi para investor yang siap membangun akomodasi dan fasilitas pendukung pariwisata.
Diversifikasi Usaha Anggota Kadin: Jajaran pengusaha lokal diimbau untuk melepaskan ketergantungan pada proyek APBD atau sektor kontraktor semata, lalu bertransformasi menangkap peluang bisnis di sektor kuliner, ekonomi kreatif, dan jasa pariwisata.
Pengembangan Wisata Halal: Memaksimalkan potensi keindahan alam Lampung Selatan dengan menyajikan destinasi yang ramah, nyaman, dan berorientasi pada konsep wisata halal.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
”Pemerintah daerah bertindak sebagai nahkoda yang menentukan arah. Namun, agar kapal besar Lampung Selatan ini sampai pada tujuannya, seluruh elemen pelaku usaha dan masyarakat harus bergerak bersama dalam satu kesatuan langkah,” pungkasnya.(Tari)
![]()