Kompak dan Spektakuler! 146 Keluarga Besar TK Dewi Sartika Gambirono Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam Karnaval Budaya Forum PAUD Bangsalsari

Kompak dan Spektakuler! 146 Keluarga Besar TK Dewi Sartika Gambirono Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam Karnaval Budaya Forum PAUD Bangsalsari
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Karnaval Budaya Forum PAUD (TK, RA, KB, dan SPS) Kecamatan Bangsalsari dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026

Narasi, rilisfakta.id — Semangat kebersamaan, persatuan, dan keberagaman budaya Nusantara tampak begitu meriah dalam pelaksanaan Karnaval Budaya Forum PAUD (TK, RA, KB, dan SPS) Kecamatan Bangsalsari dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini.

Salah satu peserta yang tampil penuh semangat adalah keluarga besar TK Dewi Sartika Gambirono. Dengan nomor peserta 014, TK Dewi Sartika turut berpartisipasi aktif dengan mengerahkan siswa, wali siswa, serta seluruh jajaran guru.

Tidak kurang dari 146 peserta bergabung dalam barisan TK Dewi Sartika. Mereka terdiri dari siswa-siswi, wali siswa, dan guru. Besarnya jumlah peserta tersebut menjadikan rombongan TK Dewi Sartika sebagai salah satu barisan parade terpanjang dalam kegiatan Karnaval Budaya Forum PAUD Kecamatan Bangsalsari.

Di bawah pendampingan Siti Maimunah,, S.Pd., selaku Kepala TK Dewi Sartika Gambirono, seluruh peserta tampil kompak dan penuh antusias. Para guru dan wali siswa tidak hanya mendampingi anak-anak, tetapi juga ikut menjadi bagian dari parade dengan mengenakan berbagai pakaian adat Nusantara.

Enam Budaya Nusantara dalam Satu Barisan
Yang membuat penampilan TK Dewi Sartika semakin menarik adalah konsep parade yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia. Dalam satu barisan panjang yang terdiri dari 146 peserta, ditampilkan berbagai pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia.

Parade diawali dengan pakaian adat Bali, kemudian dilanjutkan dengan pakaian adat Suku Dayak, pakaian adat Jawa, pakaian adat Madura, serta dilengkapi dengan pakaian adat Minahasa dan Tapanuli.

Keberagaman tersebut menjadikan barisan TK Dewi Sartika tidak sekadar menjadi parade pakaian adat, tetapi juga menjadi gambaran kecil tentang Indonesia yang kaya akan suku, tradisi, dan budaya.

Dalam persiapan dan pelaksanaan parade budaya tersebut, sejumlah guru turut mengambil peran sebagai koordinator masing-masing budaya.

Bunda Endah Novarini Setyowati, S.Pd.
dipercaya sebagai koordinator budaya Tapanuli, sementara Bunda Binti Asmawati, S.Pd. menjadi koordinator budaya Dayak, dan Bunda Yuli Fitrianingsih, S.Pd. bertugas sebagai koordinator budaya Jawa.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan penampilan agar setiap kelompok budaya dapat tampil dengan baik dan tetap menjadi satu kesatuan dalam barisan besar TK Dewi Sartika Gambirono.

Bhinneka Tunggal Ika dalam Dunia Anak Usia Dini
Melalui parade tersebut, keluarga besar TK Dewi Sartika Gambirono membawa pesan Bhinneka Tunggal Ika—berbeda-beda tetapi tetap satu.

Bali, Dayak, Jawa, Madura, Minahasa, dan Tapanuli memiliki karakter budaya yang berbeda. Namun, dalam karnaval tersebut semuanya berjalan dalam satu barisan, satu semangat, dan satu tujuan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi anak usia dini, kegiatan seperti ini memiliki nilai edukatif yang sangat besar. Anak-anak tidak hanya belajar mengenakan pakaian adat, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung tentang keberagaman budaya Indonesia.

Mereka belajar untuk tampil percaya diri, berjalan bersama, menjaga kekompakan, menghargai perbedaan, serta memahami bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Keterlibatan para wali siswa juga menjadi bukti kuatnya sinergi antara sekolah dan keluarga. Para orang tua turut mendampingi anak-anak sepanjang kegiatan, bahkan ikut berjalan dalam barisan dengan penuh semangat.

Dua Peserta Termuda, Dua Budaya, Satu Semangat

Di tengah kemeriahan karnaval, terdapat cerita menarik yang turut mewarnai penampilan keluarga besar TK Dewi Sartika Gambirono. Di antara 146 peserta, terdapat dua peserta termuda yang tampil dengan membawa identitas budaya yang berbeda.

Sebagai peserta termuda putra, hadir Ananda Hadiv Azet yang mengenakan pakaian adat Jawa. Di usianya yang baru 4 tahun, Hadiv menunjukkan semangat luar biasa dengan mengikuti perjalanan karnaval secara berjalan kaki bersama rombongan hingga mencapai garis finish.

Bagi anak seusianya, mengikuti barisan karnaval dengan jarak perjalanan yang cukup panjang tentu bukan hal yang mudah.

Namun, Hadiv mampu menunjukkan ketekunan dan semangat hingga seluruh rangkaian perjalanan selesai. Kehadirannya menjadi salah satu momen yang membanggakan sekaligus memberikan warna tersendiri bagi keluarga besar TK Dewi Sartika.

Sementara itu, sebagai peserta termuda putri, hadir Ananda Jennaira Garvitarani Segala yang mengusung tema pakaian adat Madura. Dengan busana adat Madura, Jennaira tampil menjadi bagian dari parade keberagaman budaya yang dibawakan oleh TK Dewi Sartika Gambirono.

Kehadiran Hadiv dan Jennaira menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana pendidikan keberagaman dapat diperkenalkan sejak usia dini.

Dua anak dengan budaya yang berbeda, tampil dalam satu barisan dan mengikuti kegiatan bersama seluruh keluarga besar sekolah.

Hadiv dengan pakaian adat Jawa dan Jennaira dengan tema adat Madura seolah menjadi simbol kecil dari Bhinneka Tunggal Ika: berbeda budaya dan penampilan, namun tetap berjalan bersama dalam satu barisan dan satu semangat.

Kekompakan Sekolah dan Orang Tua

Keikutsertaan 146 peserta dalam Karnaval Budaya Forum PAUD Kecamatan Bangsalsari juga menunjukkan kuatnya kebersamaan antara guru, siswa, dan wali siswa TK Dewi Sartika Gambirono.

Partisipasi aktif para wali siswa menjadi salah satu faktor penting yang membuat penampilan TK Dewi Sartika begitu meriah. Mereka tidak hanya hadir sebagai pendamping, tetapi ikut menjadi bagian dari konsep parade budaya yang telah dipersiapkan bersama.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga. Kebersamaan yang terbangun di luar ruang kelas menjadi pengalaman sosial yang sangat berarti bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga hadir melalui pengalaman nyata di tengah masyarakat.

Merayakan Kemerdekaan dengan Keberagaman
Dengan nomor peserta 014, keluarga besar TK Dewi Sartika Gambirono akhirnya menjadi bagian penting dalam kemeriahan Karnaval Budaya Forum PAUD Kecamatan Bangsalsari Tahun 2026.

Sebanyak 146 peserta, enam representasi budaya—Bali, Dayak, Jawa, Madura, Minahasa, dan Tapanuli—serta dukungan penuh para guru dan wali siswa berpadu dalam satu barisan yang kompak dan penuh warna.

Karnaval tersebut bukan sekadar perayaan untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih dari itu, kegiatan menjadi sarana untuk menanamkan nilai persatuan, mengenalkan budaya Nusantara, membangun keberanian anak, serta memperkuat kebersamaan antara sekolah dan keluarga.

Dari pakaian adat Bali hingga Tapanuli, dari budaya Dayak hingga Madura, semuanya berjalan dalam satu barisan. Dan di tengah barisan tersebut, seorang anak berusia empat tahun bernama Hadiv Azet turut menorehkan kisah kecil yang penuh inspirasi dengan berjalan kaki hingga garis finish.

TK Dewi Sartika Gambirono membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan, kebersamaan dapat menjadi kebanggaan, dan pendidikan karakter dapat tumbuh melalui pengalaman yang sederhana namun bermakna.

Kompak dalam kebersamaan, bangga dalam keberagaman, dan bersatu dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.(david_azet)

Loading