Beredar Surat Penghentian Operasional di status whatapps, Kepala SPPG Karangsono Buka Suara: Dampak Keterlambatan Dana, Layanan Dihentikan Sementara

Beredar Surat Penghentian Operasional di status whatapps, Kepala SPPG Karangsono Buka Suara: Dampak Keterlambatan Dana, Layanan Dihentikan Sementara
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Beredar Surat Penghentian Operasional di status whatapps, Kepala SPPG Karangsono Buka Suara: Dampak Keterlambatan Dana, Layanan Dihentikan Sementara

Jember, rilisfakta.id — Senin, (27/4/2026) Beredarnya surat resmi terkait penghentian sementara operasional SPPG Karangsono memicu beragam reaksi di tengah masyarakat, khususnya para penerima manfaat. Informasi tersebut semakin ramai setelah beredar melalui story WhatsApp, disertai berbagai keluhan dan pertanyaan dari warga.

Menanggapi hal tersebut, awak media langsung melakukan konfirmasi kepada Kepala SPPG Karangsono, Bagus Priyambodo, guna memastikan kebenaran informasi sekaligus menjawab keresahan masyarakat.

Dalam keterangannya, Bagus membenarkan adanya penghentian sementara operasional yang dilakukan pihaknya.

“Iya, benar. Menanggapi informasi yang berkembang terkait penghentian sementara ini, kami perlu menyampaikan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya kendala dalam pencairan dana bantuan pemerintah. Kondisi seperti ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi, karena  sebelumnya juga pernah mengalami keterlambatan serupa,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.

Ia mengungkapkan bahwa keterlambatan pencairan dana dipengaruhi oleh berbagai faktor administratif dan teknis yang berada di luar kendali pihak pengelola.

“Keterlambatan ini disebabkan oleh banyak hal. Kami memahami situasi ini berdampak pada pelayanan dan menimbulkan kekhawatiran. Namun, dalam kondisi yang ada, kami harus mengambil keputusan yang realistis,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara operasional dapur karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

“Untuk saat ini, kami memutuskan menghentikan operasional sementara. Dana yang tersedia belum mencukupi untuk menjalankan kegiatan secara optimal, ditambah proses pencairan yang masih mengalami keterlambatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bagus juga meluruskan bahwa persoalan ini tidak hanya terjadi di SPPG Karangsono, melainkan juga dialami oleh dapur-dapur lain di wilayah Kabupaten Jember.

“Kami juga perlu sampaikan bahwa ini bukan hanya terjadi di Karangsono. Beberapa dapur lain di Kabupaten Jember juga mengalami hal yang sama. Jadi ini memang kendala yang dirasakan bersama,” imbuhnya.

Meski demikian, ia meminta para penerima manfaat dan TTI untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas.

“Kami mengimbau kepada seluruh penerima manfaat beserta TTI agar tetap tenang. Kami memahami ini menimbulkan ketidaknyamanan, namun kami pastikan upaya terus dilakukan agar operasional bisa segera kembali berjalan,” katanya.

Ia pun menyampaikan optimisme bahwa kondisi ini bersifat sementara dan akan segera menemukan titik terang.

“InsyaAllah ke depan akan ada kabar baik. Kami berharap MBG dapat kembali beroperasi, khususnya SPPG Karangsono, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa kembali normal,” tambahnya.

Bagus juga berharap adanya percepatan dari pihak terkait dalam proses pencairan dana agar pelayanan tidak berlarut-larut terhenti.

“Kami mohon doa dan pengertian dari semua pihak. Semoga kendala ini segera teratasi dan kegiatan bisa kembali berjalan lancar seperti semula,” pungkasnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak lagi simpang siur, serta tetap menjaga kondusivitas di tengah situasi yang sedang berlangsung. (Catur)

Loading