Ramai Diberitakan! Sukemi Ketua Poktan Utama 2 Sidomulyo Klarifikasi Bahwa Traktor Sudah Dikembalikan Sabtu Pagi Menjelang Tajemtra. DPC LAKI Desak Aparat Tinjau Siapa Yang Mengembalikan!

Ramai Diberitakan! Sukemi Ketua Poktan Utama 2 Sidomulyo Klarifikasi Bahwa Traktor Sudah Dikembalikan Sabtu Pagi Menjelang Tajemtra. DPC LAKI Desak Aparat Tinjau Siapa Yang Mengembalikan!
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Ramai Diberitakan! Sukemi Ketua Poktan Utama 2 Sidomulyo Klarifikasi Bahwa Traktor Sudah Dikembalikan Sabtu Pagi Menjelang Tajemtra. DPC LAKI Desak Aparat Tinjau Siapa Yang Mengembalikan!

Jember, rilisfakta.id — Polemik dugaan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa traktor roda empat program Kementerian Pertanian tahun anggaran 2025 di Kabupaten Jember kembali mencuat.

Terbaru, Sabtu pagi, 5 September 2026, muncul keterangan melalui percakapan WhatsApp dengan Sukemi, Ketua Kelompok Tani Utama 2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, yang sebelumnya mengaku belum pernah menerima traktor sebagaimana yang tercantum dalam dokumen pengajuan.

Dalam percakapan tersebut, Sukemi menyampaikan bahwa traktor tersebut telah kembali ke rumahnya.

“Mas traktor sudah pulang ke rumahku,” tulis Sukemi dalam pesan WhatsApp.

Ketika ditanya kapan traktor tersebut dikembalikan, Sukemi menjawab singkat:

“Tadi pagi.”

Keterangan tersebut disampaikan pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 11.23 WIB sebagaimana waktu yang terlihat dalam percakapan WhatsApp.

Keterangan ini menjadi perkembangan baru setelah sebelumnya Sukemi kepada awak media mengaku belum pernah melihat ataupun menerima traktor yang disebut berkaitan dengan Kelompok Tani Utama 2.

Sebelumnya Sukemi Mengaku Belum Menerima Traktor

Sebelumnya, Sukemi mengatakan kepada awak media bahwa kelompok tani yang dipimpinnya belum pernah menerima traktor sebagaimana yang tercantum dalam dokumen pengajuan bantuan Alsintan.

“Sampai sekarang saya belum pernah melihat atau menerima traktor yang menjadi milik Kelompok Tani Utama 2 sebagaimana yang tercantum dalam pengajuan,” ujar Sukemi.

Sukemi juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah dimintai pembayaran hingga ratusan juta rupiah oleh seseorang yang disebut sebagai oknum.

“Saya pernah dimintai pembayaran sampai ratusan juta rupiah oleh seseorang,” ungkapnya.

Ketika ditemui pihak yang dimaksud, Sukemi mengaku tidak datang seorang diri.

“Waktu saya datang menemui orang tersebut, saya tidak sendirian. Ada teman yang ikut mendampingi saya,” jelasnya.

Informasi bahwa traktor telah kembali ke rumah Sukemi pada Sabtu pagi, 5 September 2026 mendapat tanggapan DPC LAKI.

LAKI Tetap Dorong APH Periksa

Sebelumnya, Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Jember, Miftahul Rahman, meminta aparat penegak hukum (APH) turun tangan melakukan pemeriksaan berdasarkan dokumen dan keterangan yang ada.

“Kami meminta APH segera turun tangan. Jangan sampai persoalan ini semakin meluas dan menjadi bola liar. Kalau memang tidak ada penyimpangan, silakan dibuktikan secara terang. Tetapi kalau ada pelanggaran, harus diproses sesuai ketentuan,” tegas Miftahul.

Menurutnya, perkembangan terbaru mengenai keberadaan traktor justru perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Yang kami dorong adalah transparansi. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi petani dan kelompok tani. Maka prosesnya harus jelas, mulai dari pengajuan, penetapan penerima, keberadaan barang sampai serah terimanya,” ujarnya.

(Catur)

Loading