Ramai di Medsos, Dugaan KSPPG di Yosorati Sumberbaru Pesta Miras Disorot, Satgas MBG Ancam Tutup SPPG

Ramai di Medsos, Dugaan KSPPG di Yosorati Sumberbaru Pesta Miras Disorot, Satgas MBG Ancam Tutup SPPG
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Ramai di Medsos, Dugaan KSPPG di Yosorati Sumberbaru Pesta Miras Disorot, Satgas MBG Ancam Tutup SPPG

Jember, rilisfakta.id – Dugaan pesta minuman keras (miras) yang disebut melibatkan KSPPG di wilayah Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, ramai diperbincangkan di media sosial.

Informasi tersebut akhirnya mendapat perhatian dari Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember. Rabu (19/8/2026) Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember, Akhmad Khoirozi, menyatakan pihaknya tidak akan menganggap sepele apabila dugaan tersebut benar-benar terjadi.

Menurut Akhmad, apabila terbukti ada pengelola SPPG yang melakukan pesta miras, tindakan tersebut masuk kategori pelanggaran berat dan fatal.

https://www.tiktok.com/@rilisfakta.id?_r=1&_t=ZS-9915zxBgvxY

“Kalau memang terbukti, itu pelanggaran berat dan fatal,” tegas Akhmad.

Ia bahkan menyebut sanksi tegas dapat diberikan kepada SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran. Salah satunya adalah kemungkinan penutupan SPPG.

@portalrilisfakta.id

Akhmad mengatakan pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan informasi yang beredar. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan dilakukan pada Kamis (20/8/2026).

“Kami besok akan turun ke lapangan,” ujarnya.

Selain persoalan dugaan miras, Akhmad juga menyampaikan bahwa KSPPG yang menjadi sorotan tersebut merupakan orang dari luar Jawa.

Dugaan pesta miras ini menjadi perhatian karena SPPG merupakan bagian dari pelaksanaan program MBG yang berkaitan langsung dengan pelayanan makanan bagi penerima manfaat.

Karena informasi awal bersumber dari media sosial, kebenaran dugaan tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan di lapangan. Klarifikasi dari pihak KSPPG maupun pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut juga diperlukan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak.

Jika terbukti, SPPG tersebut terancam benar-benar akan ditutup.
(Catur)

Loading