Pesisir Barat – Ton Siaga Regu II Polres Pesisir Barat melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Minggu, 14 Juni 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pamenwas AKP Rudi Aries sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Adapun lokasi kegiatan meliputi kawasan Objek Wisata Pantai Labuhan Jukung, Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, serta SPBU Menyancang, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat.
Dalam pelaksanaannya, personel melaksanakan patroli preventif dan dialogis kepada masyarakat maupun para pengunjung di kawasan wisata pantai.
Petugas memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan yang beraktivitas, sekaligus menyampaikan imbauan agar pengunjung tidak berenang di laut serta tetap waspada terhadap kondisi ombak yang berpotensi tinggi guna menghindari kecelakaan laut.
Terhadap wisatawan yang masih berada di area perairan, dilakukan pendekatan persuasif untuk segera menepi.
Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas pada akses masuk dan keluar lokasi wisata serta area parkir kendaraan guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
Patroli turut difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti C3, premanisme, pungutan liar, dan berbagai bentuk gangguan lainnya.
Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops Kompol Rohmadi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan KRYD ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman, khususnya di lokasi wisata dan objek vital yang ramai dikunjungi masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berwisata, mematuhi arahan petugas, serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian mencurigakan maupun kondisi darurat,” ujarnya.
Dari hasil kegiatan tersebut, situasi kamtibmas di kawasan objek wisata pantai terpantau aman dan kondusif. Aktivitas wisatawan berjalan tertib dan lancar, pengunjung mematuhi imbauan petugas terkait keselamatan di area laut, serta arus lalu lintas menuju dan dari lokasi wisata tetap lancar.
Potensi gangguan kamtibmas seperti C3, premanisme, dan pungutan liar dapat diminimalisir, disertai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan serta terjalinnya komunikasi yang baik antara petugas, pengelola wisata, dan masyarakat, ” tutupnya.
![]()

