Bagikan berita ini :

Pesisir Barat – Seorang pengunjung dilaporkan tenggelam dan hanyut di perairan Pantai Mandiri, Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga saat ini, korban masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima dari masyarakat yang melaporkan adanya seorang pengunjung terseret ombak saat berada di pinggir pantai. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Sat Polairud, Sat Samapta, dan Polsek Pesisir Tengah Polres Pesisir Barat, bersama BPBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, serta dibantu keluarga dan masyarakat sekitar, segera melakukan upaya pencarian di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama M. Alfareza (17), seorang pelajar asal Dusun Kalipasir, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat.

Berdasarkan keterangan saksi, Dedi Saputra (22) dan Heri Setiawan (28) keduanya warga BNS Lampung Barat, yang merupakan rekan korban, peristiwa bermula saat korban bersama keluarga tiba di Pantai Mandiri sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah beristirahat, sekitar pukul 14.00 WIB korban bersama kedua saksi bermain di perairan pantai. Namun, secara laut tiba-tiba datang gelombang besar yang menghantam dan menyeret korban ke tengah laut, hingga tenggelam.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops KOMPOL Rohmadi, S.H., menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan pencarian dengan metode penyisiran, baik melalui jalur laut maupun darat.

“Pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang bibir Pantai Mandiri hingga ke wilayah Kecamatan Pesisir Selatan melalui jalur laut, serta penyisiran darat di sepanjang garis pantai. Hingga pukul 17.30 WIB, tim gabungan kembali ke posko di kawasan wisata Pantai Mandiri untuk melakukan evaluasi dan melanjutkan pencarian,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, dugaan sementara korban hanyut akibat tidak mengindahkan imbauan petugas yang melarang pengunjung untuk mandi di laut, terutama saat kondisi gelombang sedang tinggi.

Peristiwa ini juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk dan tingginya gelombang laut yang terjadi pada musim angin barat, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi para wisatawan.
Tim SAR gabungan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Basarnas, BPBD, Dit Polairud Polda Lampung, serta aparat pekon setempat guna memperluas pencarian dan memantau perkembangan situasi di lapangan.

Selain itu, petugas juga aktif memberikan imbauan kepada para pengunjung agar tidak mandi di laut demi menghindari kejadian serupa. Pihak kepolisian juga mendorong adanya pembentukan pos Basarnas di Kabupaten Pesisir Barat untuk mempercepat penanganan kejadian darurat di wilayah pesisir,”pungkas Kabag Ops.

Hingga saat ini, korban M. Alfareza belum ditemukan dan proses pencarian akan terus dilanjutkan oleh tim gabungan.

Loading