Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Pemuda Lintas Partai Bersatu, Maswar Alatas dan Ketua Ansor Bangsalsari Gelorakan Semangat Menghidupkan NU
Jember, rilisfakta.id — Semangat kebersamaan dan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama terus digelorakan oleh para pemuda di Kecamatan Bangsalsari. Hal itu terlihat dalam sebuah diskusi santai yang digelar pada Jumat (13/3/2026) pukul 20.00 WIB.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut mempertemukan tokoh muda Maswar Alatas bersama Ketua GP Ansor Bangsalsari, Syahrul Rizal, serta sejumlah pemuda dari berbagai latar belakang organisasi dan partai politik. Kegiatan yang berlangsung di sebuah kedai di wilayah Bangsalsari itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi berbagai aspek strategis untuk menghidupkan kembali semangat pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.
Dalam suasana santai namun penuh gagasan, para peserta membahas berbagai persoalan kepemudaan, penguatan organisasi, hingga peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai ke-NU-an di tengah dinamika sosial dan politik.
Maswar Alatas dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menjaga marwah dan keberlanjutan perjuangan Nahdlatul Ulama.
“NU ini rumah besar kita bersama. Tidak peduli dari latar belakang organisasi atau partai mana pun, ketika berbicara tentang NU, kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk merawat, menghidupkan, dan mengabdi,” ujar Maswar Alatas.
Ia juga menambahkan bahwa diskusi lintas elemen pemuda seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pengabdian.
“Berbagai aspek kita bahas malam ini, mulai dari peran sosial, pendidikan, hingga bagaimana pemuda NU mampu hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi. Semua itu pada akhirnya harus bermuara pada satu hal, yaitu pengabdian kepada umat dan kepada Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua GP Ansor Bangsalsari Syahrul Rizal menyambut baik antusiasme para pemuda yang hadir dalam diskusi tersebut. Ia menilai kebersamaan lintas partai ini menjadi sinyal positif bahwa semangat menjaga NU tetap menjadi prioritas bersama.
“Pemuda NU harus menjadi motor penggerak di masyarakat. Ketika kita bisa duduk bersama seperti ini, berdiskusi tanpa sekat, maka kekuatan NU di tingkat akar rumput akan semakin solid,” ungkap Syahrul Rizal.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi wadah mempererat ukhuwah di kalangan pemuda.
Diskusi yang berlangsung hingga malam itu pun diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga kebersamaan serta meningkatkan peran pemuda dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan penguatan organisasi Nahdlatul Ulama di wilayah Bangsalsari. (Catur)
![]()
