Rakor, Shalawat, Sekaligus Buka Bersama Kecamatan Bangsalsari Camat Bangsalsari Ingatkan Pesan Gus Bupati

Rakor, Shalawat, Sekaligus Buka Bersama Kecamatan Bangsalsari Camat Bangsalsari Ingatkan Pesan Gus Bupati
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Rakor, Shalawat, Sekaligus Buka Bersama Kecamatan Bangsalsari Camat Bangsalsari Ingatkan Pesan Gus Bupati

Jember, rilisfakta.id – Camat Bangsalsari laksanakan rapat koordinasi, dan shalawatan yang dilanjutkan dengan buka bersama mengundang seluruh komponen pemerintahan lintas sektoral , maupun agama, serta tokoh masyarakat diwilayah kecamatan Bangsalsari Kamis, (5/2/2026) pukul 16.00 Wib.

Kegiatan dihadiri oleh Muspika (Camat, TNI, Polri) Kecamatan Bangsalsari, Kepala desa SE kecamatan Bangsalsari, BPD SE kecamatan Bangsalsari, SPPG Bangsalsari, MWC NU Bangsalsari, tokoh Agama, tokoh Pemuda, tokoh masyarakat, Srikandi, LSN, dan awak Media.

Kapolsek Bangsalsari AKP Sugiyono mengingatkan kepada Kepala desa maupun Tokoh yang hadir untuk meningkatkan Keamanan lingkungan menjelang lebaran.

“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, untuk selalu menjaga keamanan dilingkungan masing- masing, karena jumlah petugas polisi yang ada sangat terbatas tidak bisa mengcover seluruh kecamatan setiap saat,” Ungkapnya.

“Sedangkan Petugas Polsek berpatroli di jam jam yang rawan,” Tambahnya.

“Kami juga mengingatkan agar Masyarakat tidak membuat, menyimpan, membunyikan petasan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Dan Agar Masyarakat berhati hati dengan Penipuan secara online, jangan mudah di iming – imingi hadiah dan di minta transfer uang jangan di ikuti,” Tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut camat Bangsalsari Bambang Erwin Setyono, S.H. mengingatkan dan menekankan kepala desa Dikecamatan Bangsalsari untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrim, beserta SPPG di Bangsalsari agar lebih hati hati dalam memberikan pelayanan MBG sesuai hasil zoom metting yang dilaksanakan oleh Gus Bupati Fawait beberapa waktu lalu. Beliau juga menyampaikan program UHC.

“Untuk kepala desa diharapkan segera bentuk relawan yang bisa mendata warga mencari warga miskin ekstrim agar pengentasan cepat dilaksanakan,” ungkapnya.

“Dan untuk SPPG Dikecamatan Bangsalsari sesuai dengan zoom metting dengan Gus Bupati Fawait beberapa waktu lalu, ingat! Saya tegaskan lagi hati hati dalam melakukan pelayanan MBG kepada para penerus Bangsa! Jangan sampai menu yang tidak pantas yang diberikan!,” tegasnya.

“Gus Bupati mengingatkan dan apabila dilanggar maka akan ditutup,” imbuhnya.

“Dan sekali lagi saya ingatkan sampaikan pada masyarakat, apabila ada yang sakit jangan ragu bawa ke puskesmas ataupun Rumah sakit terdekat, ingat gus Bupati punya program UHC,” Pungkasnya.

Diketahui bahwa sebelumnya dari Tanah Suci, Gus Fawait Pimpin Konsolidasi MBG: Satgas dan SPPG Rapatkan Barisan Sukseskan Program Nasional.

Meski tengah berada di Tanah Suci Makkah, Bupati Jember, Gus Fawait, tetap memimpin arah kebijakan daerah dengan menghadiri rapat koordinasi Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) se-Kabupaten Jember secara daring (2/3/3026). Kehadiran Gus Fawait dari Makkah menjadi simbol komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Jember dalam memastikan program nasional ini berjalan optimal dan terjaga kualitasnya.

Dalam arahannya, Gus Fawait menekankan bahwa program MBG bukan sekadar agenda penyediaan makanan bagi peserta didik. Lebih dari itu, ia menyebut program ini sebagai fondasi strategis dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kekuatan bangsa tidak hanya dibangun melalui infrastruktur fisik, melainkan melalui kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Ia menegaskan, generasi yang sehat, cerdas, dan bergizi baik akan menjadi penopang kemandirian bangsa di masa depan. Pembangunan kualitas anak-anak hari ini adalah bagian dari strategi jangka panjang yang menentukan posisi Indonesia dalam percaturan global.

Di sisi lain, Bupati juga melihat MBG sebagai program yang membawa dampak ekonomi luar biasa bagi daerah. Dengan estimasi sekitar 270 dapur SPPG yang akan beroperasi di Kabupaten Jember, ia memperkirakan potensi pembukaan lapangan kerja dapat mencapai kurang lebih 15 ribu orang. Angka tersebut belum termasuk efek berganda yang muncul dari rantai pasok bahan pangan, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga sektor distribusi.

Menurutnya, kehadiran dapur-dapur SPPG akan mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal. Produk petani dibeli dengan harga yang lebih layak, UMKM tumbuh karena permintaan meningkat, dan kebutuhan tenaga kerja bertambah. Rantai ekonomi yang bergerak ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan.

Gus Fawait juga memaparkan bahwa estimasi perputaran dana MBG di Kabupaten Jember dapat mencapai kurang lebih Rp4 triliun. Angka ini hampir setara dengan APBD Jember tahun 2026 yang berada di kisaran Rp4,3 triliun. Ia menilai, tambahan perputaran dana tersebut akan menjadi pendorong kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pengeluaran pemerintah, baik dari APBD maupun dukungan program nasional, menjadi motor penting dalam menggerakkan sektor riil.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa besarnya manfaat program harus diimbangi dengan tata kelola yang baik. Ia menyoroti masih adanya SPPG yang belum melengkapi perizinan seperti SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) dan persyaratan teknis lainnya. Bupati meminta agar seluruh pengelola dapur segera mengurus kelengkapan tersebut demi menjamin keamanan dan kelayakan layanan.

Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dan pengawasan. Ke depan, Pemkab Jember akan memperkuat koordinasi melalui forum rutin bulanan antara Satgas, SPPG, Korwil, Korcam, Camat, serta pihak puskesmas. Selain itu, sistem pelaporan harian menu akan diberlakukan, baik dari pihak dapur maupun sekolah penerima, sebagai bentuk pengawasan silang. CCTV di setiap dapur direncanakan terintegrasi dengan sistem pemantauan pemerintah daerah untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait secara tegas mengingatkan agar tidak ada pengurangan anggaran menu yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa alokasi Rp10 ribu untuk siswa SMP maupun Rp8 ribu untuk jenjang lainnya adalah hak penerima manfaat yang tidak boleh dikurangi sedikit pun. Integritas, menurutnya, menjadi kunci keberlanjutan program. Ia tidak ingin ada dapur yang harus disuspensi karena kelalaian atau pelanggaran.

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Jember sekaligus Ketua Satgas MBG, Ahmad Helmi Luqman, menyampaikan bahwa hasil evaluasi lapangan menunjukkan masih ada sekitar 50 SPPG yang belum memiliki SLHS. Beberapa dapur bahkan harus melakukan perbaikan kualitas air dan infrastruktur agar memenuhi standar kelayakan. Ia menegaskan bahwa kontrol kualitas menjadi aspek yang tidak bisa ditawar, termasuk kewajiban penyimpanan sampel makanan sebagai bagian dari pengawasan mutu.

Helmi menambahkan, kewenangan penjatuhan sanksi atau suspensi berada pada Badan Gizi Nasional, sedangkan Satgas di daerah bertugas melakukan pengendalian, pengawasan, dan percepatan perbaikan. Ia berharap seluruh SPPG dapat menjaga standar layanan dan terus meningkatkan kualitas demi mendukung cita-cita besar program ini.

Di akhir rapat, Bupati Jember menyampaikan apresiasi kepada mayoritas SPPG yang telah bekerja dengan baik dan penuh dedikasi. Ia berkomitmen memberikan penghargaan kepada SPPG terbaik di akhir tahun sebagai bentuk motivasi dan penguatan semangat berkompetisi dalam kebaikan. (Catur)

Loading