Korwil Jatim: Catur Teguh wiyono
Safari Ramadan MWCNU Bangsalsari 2026 Ajak Umat Maksimalkan Ibadah dan Perkuat Ukhuwah
Jember, rilisfakta.id – Kegiatan Safari Ramadan yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Bangsalsari (MWCNU) berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Masjid Raudatul Muttaqin, Dusun Dukuh 1, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Ramadan 1447 H/2026 M.
Puluhan jamaah dari unsur Pengurus MWCNU Bangsalsari, Ranting NU Banjarsari, takmir masjid, serta masyarakat setempat, baik laki-laki maupun perempuan, memadati masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan buka puasa bersama di kediaman Bendahara Ranting NU Banjarsari, Ustadz Zainal Abidin, S.M.
Bertindak sebagai imam salat tarawih adalah KH. Abd. Goffar, sementara tausiyah Ramadan disampaikan oleh KH. Attor Hatta. Dalam ceramahnya, KH. Attor Hatta menegaskan bahwa pelaksanaan salat sunnah tarawih 20 rakaat yang dikerjakan setiap dua rakaat salam, ditambah salat witir tiga rakaat, merupakan amaliah yang telah lama dipraktikkan oleh mayoritas kaum muslimin, khususnya warga Nahdliyin di seluruh Indonesia bahkan dunia.
“Pelaksanaan tarawih sebanyak 20 rakaat, dengan setiap dua rakaat salam, serta tiga rakaat salat witir secara sistematis telah dilaksanakan sejak masa Khalifah Sayyidina Umar bin Khattab,” ujarnya di hadapan jamaah.

Meski demikian, ia menekankan bahwa perbedaan jumlah rakaat dalam pelaksanaan tarawih tidak perlu menjadi perdebatan. Menurutnya, yang terpenting adalah semangat menjalankan ibadah sunnah tersebut dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan.
“Intinya, ini adalah salat sunnah yang sangat besar faedahnya. Sebisa mungkin kita melaksanakannya secara berjamaah, terlebih di masjid,” tegasnya.
Melalui momentum Safari Ramadan MWCNU Bangsalsari, ia mengajak kaum muslimin untuk memaksimalkan seluruh potensi ibadah di bulan suci yang penuh ampunan ini. Ia juga mengingatkan bahwa gangguan dalam beribadah kerap datang dari godaan setan yang membuat seseorang terburu-buru dalam menunaikan salat, baik wajib maupun sunnah.
“Kadang kita bisa berjam-jam duduk santai, berbincang sambil ngopi tanpa terasa. Namun ketika di masjid, justru ingin cepat selesai. Ini perlu riyadah atau latihan,” katanya.
Menurutnya, membiasakan diri untuk beribadah dengan sungguh-sungguh merupakan proses yang harus dilatih secara konsisten. Bahkan, sekadar beri’tikaf di masjid tanpa melakukan kemaksiatan sudah bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.
“Harus belajar i’tikaf diri di masjid dalam upaya meningkatkan rasa takut kepada Allah, meminimalisasi kemaksiatan, dan menambah pahala,” tuturnya.
Ia menambahkan, Ramadan adalah bulan istimewa yang memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk merasakan kenikmatan spiritual yang luar biasa.

“Jika ingin merasakan kenikmatan surga sebelum masuk surga, maka manfaatkan bulan ini dengan memperbanyak ibadah dan kegiatan positif,” ungkapnya.
KH. Attor Hatta juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati. Ia menyebutkan bahwa hati yang tidak dilatih dengan zikir, salat, dan sedekah secara perlahan akan mengeras, sulit menerima nasihat, malas beribadah, serta mudah ditumbuhi sifat iri dan dengki.
Di akhir tausiyahnya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekeliruan dalam penyampaian. “Jika ada kebaikan dalam penyampaian ini, semata-mata karena Allah. Dan jika ada kekurangan, itu murni kesalahan pribadi,” ucapnya.
Sebagai orang yang ditunjuk mengisi tausiyah ini, Atas nama pribadi dan pengurus MWCNU Bangsalsari, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Banjarsari yang telah menyambut kegiatan Safari Ramadan dengan antusias dan penuh kekhidmatan.
Kegiatan Safari Ramadan tersebut berlangsung lancar dan sukses, sekaligus menjadi momentum penguatan ukhuwah Islamiyah serta konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan. (Tim)
![]()
