Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Reses Deni Prasetya: Ponpes Ma’naul Ulum Jember Jadi Role Model Kemandirian Ekonomi Pesantren
Jember, rilisfakta.id – Ponpes Ma’naul Ulum menjadi salah satu sorotan positif dalam rangkaian kegiatan reses atau serap aspirasi Anggota DPRD Jawa Timur, Deni Prasetya, yang digelar pada 8–15 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (15/2/2026) tersebut menampilkan berbagai unit usaha produktif pesantren sebagai contoh keberhasilan kemandirian ekonomi sekaligus penguatan ketahanan pangan lokal.
Dalam kesempatan itu, H. Deni Prasetya secara langsung mengunjungi pesantren dan berdialog dengan pengasuh, Mahrus Muhid.
Ia menjelaskan bahwa program penguatan kemandirian ekonomi pesantren telah berjalan selama bertahun-tahun, mulai dari produksi kopi, pengembangan multimedia santri, hingga pengelolaan sampah organik dan nonorganik, khususnya pada sektor strategis yang berkontribusi terhadap pembangunan dan keberlanjutan lingkungan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memotret bagaimana pesantren mampu menjadi role model ekonomi mandiri dengan pengelolaan usaha yang profesional, transparan, dan berbasis digital. Hal ini sekaligus memperkuat sinergi antara pesantren, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan serta menjaga kebersihan lingkungan,” ujar KH. Mahrus Muhid.

KH. Mahrus Muhid juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian H. Deni Prasetya sebagai wakil rakyat terhadap pengembangan ekonomi pesantren. Ia mengungkapkan terima kasih atas dukungan berupa bantuan pembangunan gedung pesantren yang dinilai sangat membantu pengembangan sarana dan peningkatan kapasitas santri ke depan.
Sementara itu, H. Deni Prasetya mengatakan bahwa Ponpes Ma’naul Ulum telah menunjukkan peran pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia berharap model sinergi seperti ini dapat terus diperluas dan direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan ekonomi pesantren mencakup penguatan UMKM hingga peningkatan keterampilan santri. Salah satu program yang dinilai menonjol adalah pengelolaan sampah yang dilakukan melalui kerja sama dengan pihak pengepul dan pemerintah daerah. Sampah yang dikelola kembali memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber pendapatan pesantren untuk mendukung pengembangan lembaga.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan kebersihan lingkungan juga berperan penting dalam mencegah bencana seperti banjir serta menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap publikasi kegiatan ini dapat menginspirasi pesantren lain untuk terus berkembang menjadi pelaku ekonomi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal,” pungkasnya.
Kegiatan reses yang berlangsung selama delapan hari tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan serap aspirasi. Ke depan, diharapkan pesantren semakin berkembang dan mandiri secara ekonomi. (Tim)
![]()

