Masjid Al-Mutaqoddimin Pasar Mulya Barat, Adakan Israk Mikraj 1447 Hijriah.

Masjid Al-Mutaqoddimin Pasar Mulya Barat, Adakan Israk Mikraj 1447 Hijriah.
Bagikan berita ini :

KRUI RILISFAKTA.ID, Badan pengurus Masjid Almutaqoddimin mengadakan israk mikraj 1447 hijriah yang berlangsung di lingkungan pasar Mulya Barat dengan penceramah, Agus Mawardi dari pondok pesantren Lintik Kecamatan Krui Selatan Pesisir Barat, 16/01/2026.

Hadir dalam acara tersebut, ketua masjid Al mutaqodimin, Gunawan Hasan, seluruh pengurus masjid, masyarakat serta para muda mudi remaja islam masjid.

Ustad Agus Mawardi dalam ceramah nya, mengajak agar umat muslim selalu mengingat akan peristiwa israk dan mikraj agar keyakinan dan ketaqwaan kita terjaga sehingga keyakinan kita terhadap agama islam semakin mantap.

Israk Mikraj adalah suatu peristiwa monumental dalam perjalanan kerasulan dan kerohanian Baginda Nabi Muhammad SAW. Peristiwa agung yang mencatatkan Rasulullah SAW diperjalanan dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjid al-Aqsa di Palestin (Surah al-Isra’: 1), dan terus naik melintasi tujuh lapisan langit ke Sidratul Muntaha (HR Muslim).

Perjalanan ini bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi juga melibatkan perjalanan spiritual yang membuka pintu pengalaman luar biasa di dunia langit kekuasaan Allah SWT. Melalui peristiwa mikraj tersebut, Nabi menerima perintah solat, sebagai simbolik betapa pentingnya ibadah dalam membangunkan hubungan yang lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Bahkan ibadah solat telah dianggap bagaikan jambatan yang menghubungkan bumi dengan langit. Sehingga solat digelar sebagai Mikraj setiap insan. Sejarah Israk Mikraj menjadi pijakan bagi misi kenabian, mengukuhkan kedudukan Rasulullah sebagai utusan Allah SWT.

Mukjizat agung yang menyertai Israk Mikraj adalah penegasan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT secara langsung. Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan para nabi di langit memperlihatkan bahwa misi kenabian Baginda adalah kelanjutan dari ajaran-ajaran ilahi kepada nabi-nabi dan rasul-rasul sebelumnya.

Perintah solat lima waktu sebagai bahagian integral dan sakral dari perjalanan ini menegaskan pentingnya ibadah sebagai asas kehidupan umat Islam, membimbing mereka ke arah yang benar dan hidup bermakna.

Mikraj membuka pintu kepada dimensi spiritual yang sangat mendalam. Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke tujuh lapis langit bukan hanya perjalanan fizikal, melainkan juga perjalanan batiniah yang menggambarkan keagungan dan kemuliaan-Nya.

Melalui peristiwa ini, umat Islam diajak untuk merenungkan kedekatan hubungan mereka dengan Allah, menjelajahi kedalaman spiritualitas dan memahami tanggungjawab moral dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, peristiwa Israk Mikraj yang kita sambut setiap tahun, diharapkan akan menambah pemahaman lebih mendalam tentang tafsir dan makna spiritual Israk Mikraj yang unik dan penuh pesan.

Program yang dijalankan berkaitan sambutan Israk Mikraj tersebut juga akan membantu umat Islam dan manusia umumnya untuk menggali kebijaksanaan dan rahsia tersembunyi di sebalik setiap langkah, moment perjalanan spiritual, bukti kenabian ini.

Justru, doa diajarkan selama Israk Mikraj bukan sekadar rangkaian kata-kata, tetapi merupakan petunjuk hidup yang membimbing umat Islam dalam kebaikan, kesejahteraan, dan keadilan.

Nabi Muhammad SAW, dalam kemuliaannya, telah menyampaikan kepada kita umatnya ajaran tentang etika, keadilan, dan kasih sayang. Doa-doa ini menjadi panduan untuk mencari petunjuk Allah dalam setiap langkah hidup, membentuk karakter moral yang positif dan mulia.

Walaupun Israk Mikraj memiliki dimensi kerohanian yang kuat, beberapa ahli ilmu coba mengaitkannya dengan perspektif ilmiah. Kesehatan mental juga menjadi fokus, menunjukkan bahwa pengalaman spiritual dapat memberikan ketenangan fikiran dan ketenteraman jiwa dan hati.

Keseimbangan antara kebijaksanaan ilmiah dan rohaniah dapat menjadi asas untuk pemahaman yang lebih utuh tentang peristiwa Israk Mikraj. Melalui perspektif ilmiah, kita dapat mengeksplorasi bagaimana pengalaman spiritual ini memberikan impak positif pada kesehatan mental dan kelangsungan hidup sehari-hari, membuka ruang untuk integrasi yang harmoni antara ilmu dan spiritualitas serta realiti kehidupan nyata.

Adalah penting bagi kita mengenang, memperingati, dan merayakan peristiwa mukjizat mulia ini setiap tahun. Memahami dan mengingati Israk Mikraj bukan sahaja aktivitas intelektual, apalagi hanya upacara belaka, tetapi juga menyelami pengalaman yang mendalam.

Ia merupakan peluang untuk merenung dan memahami semula makna kerohanian, spiritualitas insan, membantu menguatkan iman seseorang individu.

Membawa kehadiran Allah SWT ke dalam setiap aspek kehidupan sejarah dan pesan iman dalam peristiwa Israk Mikraj ini juga menjadi sumber inspirasi yang membantu umat Islam menghadapi pancaroba kehidupan keseharian yang semakin terang.

Peristiwa Israk dan Mikraj ini juga memberi isyarat jelas betapa pentingnya kiblat pertama umat Islam iaitu masjid al-Aqsa dan bumi suci Palestin kepada kita umat Islam khasnya dan manusia amnya. Di mana Allah pilih dan takdirkan di seluas hamparan bumi dan lautan dunia ini, Baitulmaqdis sebagai hentian Israk, dan tapak mula Mikraj baginda Nabi SAW ke Sidratul Muntaha, serta pendaratan tiba syariat solat lima waktu anugerah terindah dari Allah kepada manusia di bumi.

Maha benar Allah adalah Tuhan yang telah menghadiahkan mukjizat Israk dan Mikraj bukti kenabian dan kerasulan yang hebat atas kekasih mulia-Nya Baginda Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana Firman Allah di dalam Surah Al-Isra’ ayat 1: “Maha Suci Allah yang telah menjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari, dari Masjidil Haram (di Mekah) ke Masjid al-Aqsa (di Palestin), yang kami berkati sekelilingnya untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda (kekuasaan dan kebesaran) Kami.

Sesungguhnya Allah jualah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Surah al-Isra’:1). (Bhr)

 

Loading