Jember, rilisfakta.com – (27/11/22)ย Dugaan rekayasa hasil tes uji seleksi kepala dusun di Desa Glundengan Kec. Wuluhan Kab. Jember, masih menjadi sorotan.
Masalah tersebut mencuat pasca salah seorang warga setempat mengunggahnya dimedia sosial
“๐๐ ๐๐๐ ๐๐ฃ ๐ค๐ฃ๐๐ง ๐จ๐๐๐ฅ๐
๐๐๐ก๐ค ๐จ๐๐ข๐ฅ๐๐๐ฃ ๐จ๐๐ข๐ช๐ ๐ ๐๐ง๐๐๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐๐ ๐ข๐๐ก๐๐ฃ๐๐๐๐ง ๐ฅ๐ง๐ค๐จ๐๐๐ช๐ง ๐จ๐๐ฎ๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐ฃ ๐ฅ๐ง๐ค๐ฉ๐๐จ
๐๐๐ฎ๐ ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐ข ๐ข๐๐ฃ๐๐จ,” Tulis akun facebook bernama Roosuel Bengkel diwall pribadinya pada 22/11/22. Lengkap dengan capture hasil perolehan nilai tes uji kelayakan kepala dusun yang dilaksanakan pada 10/11/22.
Pengunggah yang diketahui bernama Muhammad Rosul itu saat kami temui dikediamannya mengatakan hasil tesnya berubah-ubah
“Awalnya Zainal (peserta pilkasun) kalah, lalu timbul perdebatan, karena yang dibacakan cuma jumlah totalnya saja”. Kisah pria yang akrab disapa Rosul tersebut.
“Zainal meminta melihat hasil rekapannya, nah disitu ternyata dari total nilai, seharusnya yang menang Zainal, jadi ada apa ini?“. Lanjut Rosul penuh tanda tanya
Seleksi kelayakan Kepala Dusun di Desa Glundengan ini sedianya diselenggarakan untuk mengisi kekosongan perangkat di tiga dusun, di antaranya Kepala Dusun Sumberejo, Kepala Dusun Krajan dan Kepala Dusun Tanjung Sari
Muhammad Zainal Arifin sebagai nominator Kepala Dusun Sumberejo mengaku kecewa dengan ketidak jelasan aturan main panitia penyelenggara
“Pertama, hasil sudah diberita acarakan, dan ditanda tanda tangani, karena saya merasa ganjil, sayaminta dibuka rekapan nilainya, ternyata salah, disana saya mendapat nilai tertinggi”. Tutur Zainal saat dikonfirmasi awak media
Lebih lanjut Zainal menuturkan “lalu Panitia meminta maaf, mereka mengaku salah input data di 7 kolom nilai karena kecapekan, lalu panitia memberlakukan pembobotan secara sepihak, karena itu tidak ada dalam tata tertib (tatib), Lalu berubah lagi, ujian komputer dan wawancara dihapus, yang diambil hanya hasil ujian wawancara saja, katanya itu yang sesuai Perbub nomor 25 tahun 2016. Ini aneh, kalau memang seharusnya demikian, semestinya dari awal, jangan seperti ini, sudah berjalan, sudah ada hasilnya, lalu diberlakukan aturan baru, yang itu tidak pernah disosialisasikan sebelumnya”.
Sedang Mukantar sebagai ketua panitia penyelenggara saat dikonfirmasi awak media menolak memberikan keterangan. (YN)
![]()

