Banjir Rendam Delapan Kecamatan di Jember, Warga Desa Gugut Minta Penanganan Segera

Banjir Rendam Delapan Kecamatan di Jember, Warga Desa Gugut Minta Penanganan Segera
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Banjir Rendam Delapan Kecamatan di Jember, Warga Desa Gugut Minta Penanganan Segera

JEMBER, Rilisfakta.id – Bencana banjir melanda delapan kecamatan di Kabupaten Jember akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (12/2/2026) sore hingga Jumat (13/2/2026) dini hari. Akibat kejadian ini, sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) terdampak dan 299 jiwa terpaksa mengungsi.

Menurut informasi dari KAPUSDALOPS Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Jember, banjir terjadi mulai pukul 18.00 WIB hingga 04.20 WIB, dipicu intensitas hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya sejumlah aliran sungai di wilayah Jember.

Delapan Kecamatan Terdampak

Delapan kecamatan yang terdampak meliputi Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung. Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah dengan dampak paling luas, mencakup beberapa desa dan dusun dengan ribuan warga terdampak.

Di Kecamatan Sukorambi, banjir menyebabkan jembatan gantung roboh dan jembatan putus di kawasan perkebunan Kaputren, serta genangan air di akses jalan yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

Sementara di Kecamatan Kaliwates, banjir merendam kawasan padat penduduk seperti Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Perum Vila Indah Tegal Besar, serta sejumlah titik di Kelurahan Kepatihan dan Mangli.

Kerusakan Infrastruktur

Selain merendam permukiman warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur berupa:

3 jembatan putus
1 jembatan gantung roboh
1 pondok pesantren terdampak
3 rumah rusak ringan
Pengungsian

Sebanyak 299 jiwa mengungsi di Kecamatan Rambipuji, dengan lokasi pengungsian di rumah warga, masjid, dan balai desa setempat.

Kronologis Kejadian

Masih menurut informasi dari KAPUSDALOPS PB Kabupaten Jember, hujan deras terjadi sejak pukul 12.00 hingga 23.00 WIB, sejalan dengan rilis BMKG terkait kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur periode 10–20 Februari 2026.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit air dan luapan di sejumlah sungai, di antaranya Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, hingga Sungai Bedadung.

Pada pukul 19.00 WIB, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 sentimeter hingga 2 meter, menggenangi permukiman warga, merobohkan jembatan, serta menghambat aktivitas masyarakat.

@rilisfakta.korwil.jatim

Harapan Warga Desa Gugut

Banjir juga berdampak pada Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji. Warga berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk mencegah banjir berulang.

Salah satu warga Desa Gugut, Yuli Santana, meminta agar dinas terkait baik tingkat Provinsi Jawa Timur maupun daerah segera turun tangan, sebelum bencana ini menimbulkan korban jiwa.

“Kami berharap ada penanganan segera. Jika kondisi ini dibiarkan, setiap kali curah hujan cukup deras, banjir pasti terjadi di Desa Gugut. Bendungan sungai sudah tidak ada dan aliran air langsung mengarah ke permukiman warga,” ujarnya.

Warga menilai, tanpa penanganan struktural seperti normalisasi sungai atau pembangunan kembali tanggul dan bendungan, ancaman banjir akan terus menghantui masyarakat setiap musim hujan.

Upaya Penanganan

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait telah melakukan evakuasi warga, pembersihan material banjir, distribusi bantuan logistik, serta pendirian dapur umum dan dapur mandiri di wilayah terdampak.

Hingga Jumat pagi, tim gabungan masih melakukan penanganan dan pendataan lanjutan. (Catur)

Loading