Bandar Lampung, rilisfakta.id, Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Kepengawaian dan Pengembangan SDM, menghadiri Pembukaan Kegiatan Pengembangan Kompetensi dan Kepemimpinan Pendidikan Guru Jenjang SD dan SMP serta Manajemen Talenta untuk Jabatan Fungsional Guru Tahun 2026, di Aula K FKIP Universitas Lampung, Senin (28/09/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Way Kanan bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung melalui UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan dalam rangka pengembangan kompetensi dan kepemimpinan pendidikan sekaligus pelaksanaan Manajemen Talenta (Talent Pool) bagi Guru Ahli Pertama, Guru Ahli Muda dan Guru Ahli Madya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
Sebanyak 861 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Way Kanan membangun pengembangan karier ASN yang berbasis pada kompetensi, potensi dan kinerja serta mendukung penerapan sistem merit dalam manajemen ASN.
Dalam sambutannya, Bupati Ayu menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelola dan menjalankan satuan pendidikan.
Dalam konteks tersebut, Bupati menekankan pentingnya peran kepala sekolah dan guru dalam menentukan kualitas pendidikan. Kepala sekolah, menurutnya, tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, pembangun budaya sekolah, serta pengarah seluruh warga sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu.
“Peningkatan kompetensi dan kepemimpinan kepala sekolah serta guru merupakan investasi penting bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Way Kanan,” ujar Bupati.
Bupati Ayu menyambut baik terlaksananya kerja sama Pemerintah Kabupaten Way Kanan dengan FKIP Universitas Lampung tersebut. Ia menilai program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas kepala sekolah dan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Menurutnya, kepala sekolah saat ini dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada aspek administrasi, tetapi juga mampu membangun visi, budaya mutu, kolaborasi, inovasi dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Selain itu, perkembangan teknologi dan hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan juga membawa perubahan yang cepat dalam dunia pendidikan. Bupati menegaskan bahwa perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan secara tepat sebagai alat untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan untuk menggantikan peran guru.
“Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai transfer pengetahuan, tetapi juga mengenai pembentukan karakter, nilai, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa depan,” jelasnya.
Bupati berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut, tetapi juga mendapatkan pengalaman, inspirasi dan praktik nyata yang dapat diterapkan ketika kembali ke sekolah masing-masing.
Khusus bagi para kepala sekolah, Bupati berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi perubahan positif di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan agar kegiatan pengembangan kompetensi tidak berhenti pada perolehan sertifikat, tetapi harus memberikan dampak terhadap cara memimpin, budaya kerja dan kualitas pembelajaran.
“Jangan sampai kegiatan diklat berhenti pada sertifikat. Yang jauh lebih penting adalah adanya perubahan dalam cara memimpin, perubahan dalam budaya kerja, peningkatan kualitas pembelajaran, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peserta didik,” tegas Bupati.
Bupati menambahkan, ukuran keberhasilan program pengembangan kompetensi bukan hanya dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dan menghasilkan perubahan di satuan pendidikan.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, berdiskusi dan membangun jejaring. Para peserta juga didorong untuk menyampaikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi di sekolah sebagai bahan untuk menemukan solusi dan mengembangkan praktik baik secara bersama-sama.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Ayu menyampaikan apresiasi kepada FKIP Universitas Lampung, para narasumber, fasilitator dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan.
Menurut Bupati, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah perlu terus dikembangkan. Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik, pengetahuan, hasil penelitian dan inovasi yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Di sisi lain, pemerintah daerah memiliki kebutuhan serta persoalan nyata di lapangan yang dapat menjadi ruang penerapan pengetahuan dan inovasi tersebut.
“Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Way Kanan,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun pendidikan yang semakin bermutu, inklusif, adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kepada para peserta, Bupati berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif dan penuh tanggung jawab. Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyerap pengetahuan dari para narasumber, berdiskusi dengan sesama peserta serta membawa praktik-praktik baik untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Menutup sambutannya, Bupati Ayu secara resmi membuka Program Pengembangan Kompetensi dan Kepemimpinan Pendidikan Kabupaten Way Kanan Tahun 2026.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas guru dan kepemimpinan pendidikan, sekaligus mendukung terbentuknya sumber daya manusia pendidikan yang profesional, kompeten dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan di tengah perkembangan zaman. (**)
Editor Alting
![]()

