Karnaval Kencong Mengguncang, SMPN 1 Kencong Bikin Penonton Terpukau Lewat Samara Semirang

Karnaval Kencong Mengguncang, SMPN 1 Kencong Bikin Penonton Terpukau Lewat Samara Semirang
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Karnaval Kencong Mengguncang, SMPN 1 Kencong Bikin Penonton Terpukau Lewat Samara Semirang

Jember, rilisfakta.id — Gelaran Kencong Karnaval Seni dan Budaya yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Sabtu (26/9/2026), berlangsung meriah. Ribuan perhatian masyarakat tertuju pada berbagai kontingen yang menampilkan kreativitas seni, budaya, pendidikan hingga pesan-pesan sosial.

Salah satu kontingen yang sukses mencuri perhatian adalah SMP Negeri 1 Kencong. Tampil sebagai peserta dengan nomor urut 1, sekolah tersebut membuka barisan dengan sajian yang tidak sekadar mengandalkan kemeriahan kostum, tetapi juga mengangkat seni tradisi dan nilai-nilai budaya.

Di antara penampilan yang paling menyita perhatian adalah persembahan Sanggar Tari Srikandi SMP Negeri 1 Kencong melalui pertunjukan tari dan teater bertajuk “Samara Semirang”.

Pertunjukan tersebut mengangkat kisah Raden Panji Asmarabangun dari Kerajaan Jenggala dengan Dewi Sekartaji, putri Kerajaan Kediri. Kisah percintaan keduanya kemudian diwarnai konflik ketika hadir Dewi Condromowo, putri kerajaan sekutu Jenggala yang juga menyimpan rasa kepada Panji Asmarabangun.

Dalam alur cerita, Dewi Condromowo digambarkan sebagai sosok cantik, cerdik, namun licik dan ambisius. Keinginannya menjadi permaisuri Kerajaan Jenggala mendorong dirinya melakukan berbagai cara, termasuk menyebarkan fitnah terhadap Dewi Sekartaji.

Namun, kebohongan tersebut pada akhirnya terbongkar.

Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji kembali bersatu. Pernikahan agung keduanya kemudian digambarkan sebagai simbol bersatunya Kerajaan Jenggala dan Kediri.

Menariknya, cerita tersebut tidak hanya disampaikan melalui dialog. Perpaduan seni tari, musik, teatrikal, ekspresi pemain serta tata gerak menjadikan pertunjukan “Samara Semirang” terasa hidup di tengah kemeriahan karnaval.

Penonton seolah diajak mengikuti setiap bagian cerita, mulai dari kisah percintaan, munculnya konflik, intrik dan fitnah, hingga berakhir pada persatuan.

Kreativitas SMP Negeri 1 Kencong tidak berhenti pada pertunjukan tersebut. Sepanjang barisan kontingen, sekolah juga membawa sejumlah tampilan yang sarat dengan pesan kebudayaan, nasionalisme, pendidikan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Kehadiran SMP Negeri 1 Kencong dalam Kencong Karnaval Seni dan Budaya akhirnya bukan sekadar menjadi bagian dari parade. Mereka menjadikan panggung jalanan tersebut sebagai ruang untuk memperkenalkan seni tradisi sekaligus menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui kreativitas para pelajar.

Karnaval pun menjadi bukti bahwa seni dan budaya masih memiliki ruang kuat di tengah generasi muda ketika dikemas secara kreatif dan menarik.

Melalui “Samara Semirang”, Sanggar Tari Srikandi SMP Negeri 1 Kencong berhasil membawa kisah budaya ke tengah masyarakat dengan cara yang lebih dekat, atraktif, dan mudah dinikmati berbagai kalangan. (Tim)

Loading