
LAMPUNG SELATAN RILISFAKTA.ID — Pemerintah Desa Kota Guring, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 di Aula Kantor Desa, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran unsur pimpinan kecamatan dan desa, di antaranya Kasie Pemerintahan Sugeng yang mewakili Camat Rajabasa, IPDA Muhalidi mewakili Kapolsek Kalianda, Kepala Desa Kota Guring Deni Roziansyah, Ketua BPD Abdu Kodir, serta para UPT, Korluh, dan Pendamping Desa.
Mengawali sambutannya, Kepala Desa Kota Guring, Deni Roziansyah, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan pekarangan masih menjadi prioritas utama desa, meskipun masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan bersama.
Ia juga menyampaikan bahwa Musrenbangdes bukan sekadar agenda formalitas atau kewajiban tahunan semata, melainkan sarana evaluasi penting bagi seluruh warga Desa Kota Guring.
”Kami menekankan pentingnya kerja sama, kekompakan, kesadaran, dan rasa memiliki dari seluruh elemen masyarakat—mulai dari BPD, LPMD, undangan, hingga seluruh warga—untuk bersama-sama membangun dan membenahi desa,” ujar Deni Roziansyah.
Pemerintah desa sangat mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh aparatur dan masyarakat guna menyukseskan berbagai program pembangunan ke depan, khususnya yang mengusung tema gotong royong.
Sementara itu, Kasie Pemerintahan Sugeng yang hadir mewakili Camat Rajabasa memberikan sejumlah arahan penting terkait program pembangunan infrastruktur wilayah serta pengembangan desa Helau di Kecamatan Rajabasa, Pembukaan dan pelebaran jalan desa di wilayah Rajabasa perlu diusulkan secara berjenjang melalui alokasi anggaran kabupaten atau provinsi agar kemajuan infrastruktur dapat terwujud secara maksimal.
Sebanyak 4 desa di Kecamatan Rajabasa saat ini masuk dalam kategori desa Helau, yakni Desa Cugung, Desa Kunjir, Desa Kerinjing dan Hargo Pancuran
Gotong royong dan kebersamaan masyarakat setempat ditegaskan sebagai kunci utama dalam memajukan desa Helau.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memberikan apresiasi berupa reward pembangunan desa (seperti alokasi anggaran ratusan juta rupiah) bagi desa yang berprestasi.
Sebagai tambahan dukungan bagi desa diperkenalkan program “Desa Helau” yang mencakup kebersihan pekarangan, pembuatan kolam ikan, serta upaya pencegahan stunting , Penataan Desa dengan Menghidupkan kembali budaya Gotong royong di tengah tengah masyarakat.(*)
![]()