Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Torehkan Sejarah Baru, Jamran 2026 Murni Pertama Bangsalsari Sukses Digelar di Bumi Perkemahan Nusantara Tugusari
Jember, rilisfakta.id – Jambore Ranting (Jamran) Kwartir Ranting Bangsalsari Tahun 2026 menorehkan sejarah baru. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Alun-Alun Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, tersebut menjadi jambore murni pertama yang dilaksanakan di wilayah Kwarran Bangsalsari.
Berlangsung selama tiga hari dua malam, mulai 7 hingga 9 September 2026, Jamran 2026 berjalan meriah dengan melibatkan peserta didik dari berbagai lembaga pendidikan tingkat SD negeri dan swasta se-Kecamatan Bangsalsari.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Bangsalsari Beny Armindo Ginting, S.STP., pada Senin (7/9/2026).
@tugusarinusantara
Jamran 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan perkemahan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas serta semangat kebersamaan peserta didik melalui gerakan Pramuka.
@portalrilisfakta.id
Ketua Panitia Jambore, Dahri Novan Uji Iskandar, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 46 lembaga SD negeri dan swasta se-Kecamatan Bangsalsari.
Dari 46 lembaga tersebut, tercatat sebanyak 122 regu yang mengikuti rangkaian kegiatan Jamran 2026.
Turut hadir dalam kegiatan pembukaan Sekretaris Desa Tugusari Untung Santuso, mewakili Kepala Desa Tugusari, bersama unsur terkait serta para pembina dan pendamping peserta.

Camat Bangsalsari: Pramuka Bukan Sekadar Perlombaan
Dalam sambutannya, Camat Bangsalsari Beny Armindo Ginting memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan pelajar SD dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Bangsalsari tersebut.
Menurut Beny, kegiatan kepramukaan tidak hanya menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengikuti berbagai aktivitas di luar kelas, tetapi juga menjadi sarana penting dalam pembentukan karakter.
“Jambore ini bukan sekadar kegiatan berkumpul dan mengikuti berbagai perlombaan. Lebih dari itu, Pramuka mengajarkan kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Beny.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas.
“Kepada seluruh adik-adik peserta, ikuti kegiatan ini dengan gembira, disiplin dan sportif. Jadikan jambore sebagai pengalaman berharga untuk belajar, berteman dan membangun karakter,” tambahnya.
Dengan jumlah peserta yang berasal dari 46 SD negeri dan swasta, kegiatan Jamran Tingkat SD Ranting Kecamatan Bangsalsari diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda sejak dini.

Tiga Hari Penuh Kegiatan Kepramukaan
Selama pelaksanaan Jamran, panitia menyiapkan berbagai kegiatan yang memadukan keterampilan, kreativitas, kedisiplinan, keberanian dan kerja sama.
Pada Senin, 7 September 2026, rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Pembukaan Jamran 2026 di Lapangan Utama.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti kegiatan rotasi yang meliputi pioneering, PPGD, sandi, yel-yel, KIM, pindah gelas, estafet karet, titian bambu, puzzle hingga tantangan geografis.
Setelah kegiatan siang, peserta mendapatkan waktu untuk Ishoma dan bersih diri. Sore hingga malam dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan berupa salat berjamaah Magrib, kultum dan salat berjamaah Isyak.
Malam pertama kemudian diisi dengan Pentas Seni Dance Semaphore (Simapur Dance).
Dalam kegiatan tersebut, peserta diminta membuat kreativitas tari dengan menggunakan semaphore. Kreasi tersebut dibuat sendiri oleh peserta dan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas sekaligus kekompakan masing-masing regu.
Ketua Kwarran Bangsalsari, Moch. Jamil Yanuar, mengatakan Dance Semaphore merupakan salah satu kegiatan yang memberikan ruang kepada peserta untuk berkreasi.
“Untuk malam ini kegiatannya tentang Simapur Dance. Peserta kita minta membuat kreativitas tari dengan menggunakan Simapur. Kreasi tersebut mereka buat sendiri dan malam ini menjadi momennya untuk mereka tampil,” ujar Moch. Jamil Yanuar.
Menurut Jamil, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme yang cukup besar terhadap kegiatan kepramukaan di Kecamatan Bangsalsari.
Ketentuan awal peserta minimal sekitar delapan orang dalam satu regu. Namun, panitia memberikan keleluasaan kepada lembaga pendidikan untuk mengirimkan lebih banyak peserta.
“Minimalnya itu delapan per regu. Tetapi kita bebaskan lembaga untuk mengirim lebih banyak anak didiknya. Antusias orang tua juga cukup tinggi. Ketika anak-anak mereka rutin mengikuti latihan di lembaga tetapi tidak diikutkan dalam perkemahan, terkadang ada yang menyampaikan keberatan,” jelasnya.
Setelah pentas seni, kegiatan dilanjutkan dengan apel malam sebelum peserta beristirahat di tenda.

Penjelajahan, Hasta Karya hingga Api Unggun
Memasuki Selasa, 8 September 2026, peserta mengawali kegiatan dengan salat Subuh, bersih diri, senam pagi dan sarapan.
Setelah apel pagi, peserta mengikuti penjelajahan yang menjadi salah satu agenda utama Jamran 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghadapi sejumlah materi dan tantangan, di antaranya PBBT 12 aba-aba, pioneering dragbar/tandu, SMS dan halang rintang.
Kegiatan dilanjutkan pada siang hingga sore dengan hasta karya, anjangsana dan Forum Penggalang.
Pada malam hari, peserta mengikuti api unggun yang kemudian dilanjutkan dengan pentas seni Dance Semaphore.
Hari Ketiga Ditutup dengan Pengumuman dan Upacara
Pada Rabu, 9 September 2026, peserta kembali mengawali aktivitas dengan salat Subuh, bersih diri dan senam pagi.
Setelah sarapan, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman hasil Jamran yang dilaksanakan di Lapangan Utama.
Rangkaian Jamran 2026 kemudian secara resmi ditutup melalui Upacara Penutupan Jamran 2026, sebelum seluruh peserta mengikuti acara sayonara.

Antusias Peserta Tinggi
Tingginya jumlah peserta menjadi salah satu gambaran besarnya antusiasme terhadap kegiatan kepramukaan di Kecamatan Bangsalsari.
Jamil menjelaskan, ketentuan minimal sebenarnya sekitar delapan peserta dalam satu regu. Namun, panitia memberikan keleluasaan kepada lembaga pendidikan untuk mengikutsertakan lebih banyak anak didik.
“Minimalnya itu delapan per regu. Tetapi kita bebaskan lembaga untuk mengirim lebih banyak anak didiknya. Antusias orang tua juga cukup tinggi. Ketika anak-anak mereka rutin mengikuti latihan di lembaga tetapi tidak diikutkan dalam perkemahan, terkadang ada yang menyampaikan keberatan,” jelasnya.
Karena itu, panitia memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mengikuti kegiatan Jamran 2026 dan mendapatkan pengalaman langsung dalam kegiatan perkemahan.
Dahri Sampaikan Terima Kasih
Ketua Panitia sekaligus Koordinator Lapangan Jamran Bangsalsari 2026, Dahri Novan Uji Iskandar, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berperan dalam menyukseskan kegiatan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, pembina, peserta, lembaga pendidikan, orang tua, pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh pihak dan para pendukung yang telah memberikan tenaga, pikiran maupun dukungan sehingga kegiatan Jamran Bangsalsari 2026 dapat terlaksana dengan baik,” ujar Dahri.
Menurutnya, suksesnya kegiatan tersebut tidak lepas dari kerja sama dan kebersamaan seluruh pihak yang terlibat.
“Semoga kebersamaan dan sinergi yang sudah terbangun ini terus berlanjut. Kami berharap Jamran tahun ini tidak hanya meninggalkan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta, tetapi juga memberikan nilai pendidikan, kemandirian, kedisiplinan dan kekompakan yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Mendapat Dukungan Berbagai Pihak
Kelancaran pelaksanaan Jamran Ranting Kecamatan Bangsalsari 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pelaku usaha maupun masyarakat.
Dukungan tersebut di antaranya berasal dari SPPG Tugusari 02, Imron Hidayat Forum Wartawan Indonesia, Kuadra Penerbit, Ely Motor, ETJ, Mustofa Material Tugusari, SPBU Bangsalsari, UMKM Kak Siska, serta Kopi Bikla.
Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang fasilitas dan kebutuhan selama berlangsungnya kegiatan.
Suksesnya pelaksanaan Jamran 2026 sebagai jambore murni pertama di Bangsalsari diharapkan menjadi awal yang baik bagi perkembangan kegiatan kepramukaan di wilayah tersebut.
Lebih dari sekadar perkemahan, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar mandiri, membangun kedisiplinan, mengembangkan kreativitas, memperkuat kerja sama serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Pemerintah Kecamatan Bangsalsari juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan pendidikan karakter dan menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan pelajar.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Desa Tugusari tersebut sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah desa dan kecamatan terhadap aktivitas positif bagi peserta didik, khususnya melalui gerakan Pramuka. (Catur)
![]()
