Pemkab Way Kanan Sambut Kunjungan KSP Dudung Abdurahman, Meninjau Panen Tebu Register 44

Pemkab Way Kanan Sambut Kunjungan KSP Dudung Abdurahman, Meninjau Panen  Tebu Register 44
Bagikan berita ini :

Way Kanan, rilisfakta.id,  Pemerintah Kabupaten Way Kanan menyambut kunjungan lapangan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurahman, S.E., M.M., M.H., dalam rangka meninjau aktivitas panen tebu Kelompok Tani Hutan (KTH) Register 44, di Area Workshop Register 44, Kamis (03/09/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung perkembangan aktivitas pertanian tebu di kawasan Register 44 sekaligus mendengarkan kondisi dan aspirasi masyarakat yang menggantungkan penghidupannya dari komoditas tersebut.

Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., bersama jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah hadir menyambut KSP Dudung Abdurahman bersama jajaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Lampung dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan aparat keamanan menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan8 kegiatan masyarakat sekaligus menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Setibanya di Way Kanan, KSP Dudung bersama Danrem 043/Garuda Hitam langsung meninjau area panen dan berdialog dengan para petani. Dalam kesempatan tersebut, aspirasi masyarakat disampaikan secara langsung, khususnya mengenai keberlanjutan kegiatan panen serta persoalan administrasi yang berkaitan dengan kawasan Register 44.

KSP Dudung menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir dan mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pemerintah harus hadir memberikan solusi. Persoalan administrasi dan aspek hukum akan kami koordinasikan bersama Kementerian Kehutanan dan instansi terkait,” tegasnya.

Menurutnya, penyelesaian persoalan yang ada harus tetap dilakukan melalui koordinasi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang utama adalah masyarakat dapat merasakan manfaat dari hasil panennya. Kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas,” ujar KSP Dudung.

Bagi Kabupaten Way Kanan, sektor tebu di Register 44 memiliki arti penting karena tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pertanian, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan di berbagai sektor pendukung.

Saat ini terdapat 57 kelompok tani yang telah mengantongi SK registrasi dari Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dengan jumlah anggota sekitar 2.200 orang. Aktivitas budidaya hingga panen juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan sekitar 4.000 tenaga kerja, serta menghidupkan sektor pendukung seperti transportasi, perdagangan, pupuk dan sarana produksi pertanian.

Berdasarkan data per 31 Agustus 2026, dari target panen seluas 6.252 hektare, telah terealisasi panen sekitar 3.788 hektare dengan produksi yang telah dikirim ke pabrik mencapai sekitar 289.800 ton tebu. Adapun rata-rata rendemen tercatat sebesar 8,56 persen.

Masih terdapat sekitar 2.464 hektare yang ditargetkan dapat diselesaikan hingga pertengahan Oktober 2026, dengan potensi produksi sekitar 179.898 ton tebu.

Potensi tersebut menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian dan perkebunan di Way Kanan. Keberlanjutan aktivitas tersebut diharapkan dapat terus memberikan nilai tambah bagi petani dan masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Drs. Sulpakar, M.M., juga menyampaikan komitmen untuk memberikan pendampingan teknis serta memfasilitasi kemitraan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencari solusi terbaik terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, dukungan keamanan menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan panen berlangsung tertib. Danrem 043/Garuda Hitam menegaskan kesiapan jajaran TNI untuk mengawal kegiatan di lapangan sehingga petani dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan kondusif.

“Korem 043/Gatam bersama jajaran TNI di Way Kanan siap mengamankan dan mendampingi seluruh proses panen. Kehadiran kami merupakan bentuk nyata dukungan negara agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tegas Danrem.

Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah provinsi, kelompok tani dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan masyarakat. Komunikasi dan koordinasi yang terbuka diperlukan agar setiap persoalan dapat ditangani secara tepat tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

Bagi para petani Register 44, panen tebu bukan hanya tentang hasil produksi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan sumber penghidupan dan harapan terhadap masa depan keluarga. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus mendorong agar potensi ekonomi masyarakat dapat berkembang secara tertib, produktif dan memberikan manfaat yang nyata.

Melalui kebersamaan seluruh pihak, momentum panen tebu Register 44 diharapkan tidak hanya menjadi catatan produksi, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Way Kanan. (**)

Editor                   Alting

Loading