Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Pengerjaan Oplah Sido Maju 2 di Karangsono Disoal Warga, PPL Akui Koordinasi Resmi dengan Pemdes Belum Dilakukan
Jember, rilisfakta.id — Pelaksanaan program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang diterima Kelompok Tani Sido Maju 2 di Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, menjadi sorotan warga. Sorotan tersebut mencuat terkait komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Karangsono dalam pelaksanaan program perbaikan jaringan sepanjang sekitar 272 meter di area persawahan perbatasan Krajan Karangsono–Bangsalsari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, program Oplah tersebut merupakan pengajuan tahun 2025 yang terealisasi pada 2026. Pencairan anggaran disebut dilakukan pada awal Agustus 2026 dengan batas waktu pengerjaan selama dua bulan.
Besaran pembiayaan yang diinformasikan mencapai sekitar Rp4,6 juta per hektare. Dengan luas lahan anggota Kelompok Tani Sido Maju 2 yang disebut mencapai sekitar 30 hektare, total nilai program untuk kelompok tersebut diperkirakan mencapai Rp138 juta.
Informasi di lapangan juga menyebutkan bahwa pekerjaan tersebut sebelumnya telah melalui tahapan survei identifikasi atau SID (Survei Investigasi dan Desain) dari Universitas Jember.
Saat awak media mendatangi lokasi pada Kamis (13/8/2026), pengerjaan baru memasuki hari pertama. Aktivitas di lapangan masih berupa penggalian jaringan, sementara material yang terlihat di lokasi berupa pecahan batu.
Persoalan ini bermula dari adanya aduan seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan. Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media kemudian mendatangi lokasi pengerjaan untuk melihat kondisi pekerjaan sekaligus meminta keterangan dari Ketua Kelompok Tani Sido Maju 2.
@portalrilisfakta.id
Ketua Poktan Sebut Pernah Sampaikan Program Oplah kepada Kades
Ketua Kelompok Tani Sido Maju 2, Salim, menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya pernah menghadirkan Kepala Desa Karangsono dalam kegiatan di kediamannya pada 18 Juni 2026.
Salim menjelaskan, acara tersebut pada dasarnya merupakan tasyakuran atas penerimaan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) combine harvester. Dalam kesempatan tersebut, menurut Salim, ia juga menyampaikan kepada Kepala Desa Karangsono mengenai program Oplah 2026 yang akan dilaksanakan oleh enam kelompok tani penerima program.
Tidak hanya menyampaikan keberadaan program, Salim menyebut dalam laporan tersebut juga disampaikan detail pembiayaan program Oplah 2026 untuk masing-masing unit.
Dengan demikian, menurut keterangan pihak kelompok, informasi mengenai program Oplah sebenarnya telah disampaikan kepada Kepala Desa dalam kesempatan tersebut.

PPL: Pernah Disampaikan, tetapi Belum Koordinasi Resmi
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Karangsono, Renggus Multazam, kemudian memberikan penjelasan untuk meluruskan persoalan komunikasi tersebut.
Renggus membenarkan bahwa Kepala Desa Karangsono memang pernah diundang dalam kegiatan di kediaman Ketua Kelompok Tani Sido Maju 2 pada 18 Juni 2026. Namun, ia menegaskan bahwa acara inti saat itu adalah tasyakuran penerimaan alsintan combine harvester.

Dalam kesempatan tersebut, kata Renggus, memang ada penyampaian kepada Kepala Desa terkait program Oplah tahun 2026 yang akan dilaksanakan oleh enam kelompok tani penerima program Oplah 2026.
Bahkan, dalam penyampaian tersebut juga dijelaskan mengenai rincian pembiayaan program Oplah 2026 untuk masing-masing unit.
Meski demikian, Renggus mengakui bahwa penyampaian tersebut masih bersifat informal dan belum dilakukan melalui pertemuan khusus atau koordinasi resmi dengan Pemerintah Desa Karangsono.
“Secara santai pernah kami ucapkan, tapi secara resmi memang kami akui belum pernah kami menghadap dan berkoordinasi. Namun secepatnya kami akan ke beliau dan berkoordinasi karena memang sudah kami rencanakan untuk ke sana,” ungkap Renggus.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai program Oplah memang pernah disampaikan kepada Kepala Desa Karangsono, namun koordinasi secara resmi terkait pelaksanaan program di wilayah desa belum dilakukan.
Pihak PPL juga menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Karangsono agar pelaksanaan program dapat diketahui dan terkomunikasikan dengan baik.
Kepala Desa Belum Berhasil Dikonfirmasi
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Karangsono belum berhasil dikonfirmasi terkait pelaksanaan program Oplah tersebut.
(Catur)
![]()
