Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Merawat Sanad Para Auliya, DPC NAAT Kabupaten Jember Istiqamah Gelar Ziarah Rutin di Makbarah Jajang Sholihan Al Husaini
Jember, rilisfakta.id – Di tengah derasnya arus modernisasi yang perlahan menggerus tradisi, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Naqobah Ansab Auliya Tis’ah (NAAT) Kabupaten Jember memilih tetap menjaga satu warisan yang telah mengakar kuat dalam khazanah Islam Nusantara: menghormati para ulama dan auliya melalui ziarah, doa, serta silaturahmi.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui Ziarah Rutin DPC NAAT Kabupaten Jember yang kali ini dilaksanakan di Makbarah Waliyullah Jajang Sholihan bin Khodlir Al Husaini, yang berada di kompleks Aula Ibnu Khaldun Pondok Pesantren Al Falah Kalimalang, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Sabtu (11/7) malam.
Pesantren yang kini diasuh oleh Sayyid Thoifur Al Husaini itu menjadi tempat berkumpulnya hampir seluruh pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) NAAT se-Kabupaten Jember. Mereka datang dari berbagai kecamatan membawa semangat yang sama, yakni mempererat ukhuwah, memperkuat sanad perjuangan, serta mengambil keberkahan dari para kekasih Allah SWT.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Wakil Ketua I DPC NAAT Kabupaten Jember, Kyai Raden Fudholi, dari Kepanjen, Gumukmas, bersama segenap panitia yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan.
Turut hadir Ketua DPC NAAT Kabupaten Jember Kyai Syaukhu Hasan Basri, Ketua LP3SN Kabupaten Jember RB. Mujalli dari Sumberbaru, para pengurus harian DPC, para Ketua DPAC, tokoh agama, serta keluarga besar NAAT Kabupaten Jember.
Menjaga Tradisi yang Sarat Makna
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak tuan rumah yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya agenda rutin tersebut. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Pondok Pesantren Al Falah Kalimalang merasa terhormat menjadi tempat pelaksanaan ziarah rutin keluarga besar NAAT.
Pihak pesantren berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarulama, habaib, kiai, dan masyarakat dalam menjaga warisan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua DPC NAAT Kabupaten Jember, Kyai Syaukhu Hasan Basri. Ia mengingatkan bahwa ziarah kepada para auliya merupakan bagian dari upaya merawat hubungan batin dengan para pewaris perjuangan Rasulullah SAW.
“Ziarah bukan sekadar datang ke makam. Ziarah adalah momentum untuk meneladani perjuangan para ulama, memperbaiki diri, serta memperkuat komitmen kita dalam mengabdi kepada agama dan masyarakat. Semoga keberkahan para auliya senantiasa mengiringi setiap langkah perjuangan keluarga besar NAAT,” tuturnya.
Menurutnya, organisasi akan tumbuh kokoh apabila dibangun di atas pondasi akhlak, adab, persaudaraan, serta penghormatan kepada guru dan para pendahulu.
Larut dalam Tahlil dan Doa Bersama
Usai sambutan, seluruh peserta menuju Makbarah Waliyullah Jajang Sholihan bin Khodlir Al Husaini. Dalam suasana malam yang teduh, para jamaah duduk bersaf mengelilingi area makbarah mengikuti pembacaan Surah Yasin, tahlil, tawassul, dan doa bersama.
Lantunan dzikir yang menggema di bawah bangunan pendopo sederhana menghadirkan suasana syahdu. Keheningan malam seolah berpadu dengan kekhusyukan para jamaah yang memanjatkan doa untuk para ulama, bangsa, serta keselamatan umat Islam.
Bagi keluarga besar NAAT, ziarah bukan hanya bentuk penghormatan kepada mereka yang telah wafat, tetapi juga media menanamkan kecintaan kepada ulama dan menjaga kesinambungan sanad keilmuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Mauizhah Hasanah: Menjaga Persatuan dan Adab kepada Guru
Setelah seluruh rangkaian ziarah selesai, peserta kembali ke Aula Ibnu Khaldun untuk mengikuti mauizhah hasanah yang disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Kalimalang, Sayyid Thoifur Al Husaini.
Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa keberkahan hidup tidak hanya diperoleh melalui banyaknya ilmu, tetapi juga melalui adab kepada guru, kecintaan kepada para ulama, serta kesungguhan menjaga persatuan umat.
Beliau menegaskan bahwa para ulama terdahulu telah meninggalkan teladan luar biasa dalam membangun masyarakat melalui dakwah yang santun, penuh kasih sayang, dan mengedepankan persaudaraan.
“Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu tanpa adab. Sebab, adablah yang menjaga ilmu tetap hidup. Hormatilah guru-guru kalian, muliakan para ulama, cintailah ahlul bait, dan jangan pernah memutus tali silaturahmi. Di situlah letak keberkahan perjuangan.”
Beliau juga mengajak seluruh pengurus NAAT untuk terus menjadikan organisasi sebagai wadah dakwah yang membawa kesejukan, menguatkan ukhuwah Islamiyah, serta menjadi perekat persatuan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disambut penuh perhatian oleh seluruh peserta yang mengikuti tausiyah hingga selesai.
Khidmat dalam Ziarah. Pengurus DPC dan hampir seluruh DPAC Naqobah Ansab Auliya Tis’ah (NAAT) Kabupaten Jember mengikuti pembacaan tahlil dan doa bersama di Makbarah Waliyullah Jajang Sholihan bin Khodlir Al Husaini, kompleks Pondok Pesantren Al Falah Kalimalang, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Sabtu (11/7) malam. Kegiatan yang diprakarsai Wakil Ketua I DPC NAAT Kabupaten Jember, Kyai Raden Fudholi, ini menjadi agenda rutin organisasi dalam merawat sanad para ulama, mempererat ukhuwah, dan memperkuat konsolidasi pengurus se-Kabupaten Jember.
Musyawarah Menyusun Langkah Organisasi
Agenda kemudian dilanjutkan dengan musyawarah organisasi yang dipimpin oleh jajaran DPC NAAT Kabupaten Jember.
Forum tersebut membahas berbagai program strategis organisasi, termasuk evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan, penguatan konsolidasi DPAC di seluruh kecamatan, agenda pembinaan anggota, serta penyusunan program kerja beberapa bulan ke depan.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, para Ketua DPAC diberikan kesempatan menyampaikan laporan perkembangan organisasi di wilayah masing-masing sekaligus menyampaikan berbagai masukan demi kemajuan NAAT Kabupaten Jember.
Musyawarah berlangsung dinamis namun tetap mengedepankan semangat musyawarah mufakat sebagaimana nilai-nilai yang selama ini dijunjung tinggi oleh organisasi.
Ramah Tamah Menguatkan Ukhuwah
Menjelang akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti ramah tamah yang dilanjutkan dengan makan bersama.
Momentum sederhana tersebut justru menjadi ruang yang mempererat hubungan antarpengurus. Di sela-sela hidangan yang disajikan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Kalimalang, para peserta saling bertukar pengalaman, berbagi gagasan, serta memperkokoh jalinan persaudaraan yang telah terbangun selama ini.
Suasana penuh keakraban menjadi penutup yang indah bagi rangkaian kegiatan ziarah rutin tersebut.
Bagi keluarga besar NAAT, kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan organisasi. Tidak hanya bertemu dalam forum resmi, tetapi juga saling menguatkan sebagai saudara dalam perjuangan.
Menjaga Warisan Spiritual
Melalui agenda ziarah rutin yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai maqam para auliya, DPC NAAT Kabupaten Jember berharap tradisi menghormati ulama dan menjaga sanad perjuangan Islam akan terus hidup di tengah masyarakat.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kegiatan seperti ini diyakini menjadi salah satu ikhtiar menjaga identitas umat, memperkuat akhlak, sekaligus menumbuhkan generasi yang mencintai ilmu, guru, dan para pewaris dakwah Rasulullah SAW.

Dengan doa yang dipanjatkan bersama, keluarga besar NAAT Kabupaten Jember berharap Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat kepada para auliya dan ulama yang telah mendahului, memberikan keberkahan kepada seluruh anggota organisasi, serta menguatkan langkah dalam mengemban amanah dakwah demi kemaslahatan umat. (davidazet)
![]()

