Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Diduga Lalai Saat Pelaksanaan Ujian TKA, Akankah SDN Sukorejo 01 Berbenah Diri Setelah Masa Transisi Kepala Sekolah?
Jember, rilisfakta.id – Selasa, (26/5/2026) Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 di Kabupaten Jember beberapa waktu lalu telah menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember. 29 April 2026 lalu Berbagai persiapan dilakukan mulai dari Bimbingan Teknis (Bimtek), gladi bersih, hingga koordinasi bersama PLN dan Telkom demi memastikan ujian berjalan lancar, tertib, dan objektif.
Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tyahyono, bahkan menegaskan bahwa seluruh pihak harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam pelaksanaan TKA.
“Bimtek ini kami rancang agar semua pihak memahami tugas pokok dan fungsinya dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik,” ujarnya.
Keseriusan tersebut juga sejalan dengan instruksi Bupati Jember Muhammad Fawait yang menaruh perhatian besar terhadap pembenahan dunia pendidikan di Kabupaten Jember.

Diduga Lalai
Namun di tengah upaya besar pemerintah daerah menyukseskan TKA, SDN Sukorejo 01 justru menjadi sorotan saat monitoring pelaksanaan ujian pada Kamis, 30 April 2026 di wilayah Jember Barat.
Sekolah tersebut diduga lalai dalam pelaksanaan TKA yang seharusnya menjadi prioritas utama sesuai instruksi dan perhatian pemerintah daerah.
Saat monitoring berlangsung, tim menerima laporan terkait dinamika pelaksanaan ujian di sekolah tersebut, infonya adanya peserta yang tidak melanjutkan ujian.
Setelah dilakukan peninjauan langsung, ternyata info tersebut bukan berasal dari SDN Sukorejo 01 Bangsalsari. Namun ada temuan lain yakni kondisi di lokasi dinilai belum sepenuhnya ideal untuk suasana ujian.
Kepala sekolah diketahui sedang menjalankan agenda lain di luar sekolah, sementara sebagian tenaga pendidik juga berada di kegiatan terpisah. Di lokasi, hanya beberapa guru yang berjaga sehingga dinilai belum mencerminkan kesiapan penuh dalam momentum penting pelaksanaan TKA.
Situasi tersebut memicu teguran dan pembinaan langsung dari pihak monitoring, bahkan berdampak pada pemanggilan seluruh kepala sekolah dasar di kecamatan Bangsalsari terkait untuk mendapatkan pembinaan bersama.

Lantik 734 Kepala Sekolah
Bahkan saat melantik 734 kepala sekolah serta 43 pengawas dan penilik sekolah pada 23 Mei 2026, Gus Fawait menegaskan bahwa kepala sekolah harus mampu menghadirkan perubahan dan terobosan nyata.
“Enam bulan saya beri waktu untuk melakukan terobosan-terobosan. Karena setiap enam bulan akan kita evaluasi,” tegasnya.

Kini, di tengah masa transisi kepemimpinan kepala sekolah, apakah SDN Sukorejo 01 akan melakukan pembenahan internal dan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat pelaksanaan TKA merupakan program prioritas yang sebelumnya telah dipersiapkan secara serius oleh Dispendik Jember sesuai instruksi Bupati Muhammad Fawait?. (Catur)
![]()
