Haflatul Ikhtitam MD Miftahun Najah Digelar Dua Hari, Pengasuh Tekankan Ilmu Harus Diamalkan

Haflatul Ikhtitam MD Miftahun Najah Digelar Dua Hari, Pengasuh Tekankan Ilmu Harus Diamalkan
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Haflatul Ikhtitam MD Miftahun Najah Digelar Dua Hari, Pengasuh Tekankan Ilmu Harus Diamalkan

Jember, rilisfakta.id – Rangkaian Haflatul Ikhtitam Madrasah Diniyah (MD) Miftahun Najah Sumber Ketangi Desa Tugusari digelar selama dua hari penuh makna, menjadi momentum penting dalam meneguhkan nilai-nilai keilmuan dan keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembagian hadiah kepada santri berprestasi pada Minggu malam (29/3/2026). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Desa Tugusari, Akhmat Khoiri, S.H., didampingi Ketua TP PKK Desa Tugusari, Khosida, serta wali santri lainnya.

Sementara itu, puncak acara berupa Pengajian Umum dan Haul akan dilaksanakan pada Senin malam (30/3/2026) di halaman Mushola Miftahun Najah, Sumber Ketangi RW 023 Tugusari, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai.

Dalam momentum ini, peran pengasuh menjadi sorotan penting. Pengasuh Madrasah, K. Sanusi, menegaskan bahwa pendidikan diniyah bukan hanya tentang memahami ilmu, tetapi juga tentang bagaimana mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ilmu tanpa amal tidak akan membawa keberkahan. Anak-anak kita dididik bukan hanya agar pandai membaca dan memahami, tetapi agar mampu menjaga akhlak dan mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat,” tegas K. Sanusi.

Ia juga mengingatkan bahwa santri adalah generasi penerus yang akan membawa arah masa depan lingkungan dan bangsa.

“Jangan pernah lelah belajar dan jangan pernah meninggalkan akhlak. Karena sejatinya keberhasilan seorang santri bukan hanya dilihat dari prestasi, tetapi dari bagaimana ia membawa manfaat bagi orang lain,” tambahnya.

Selain itu, Khodimul Madrasah, Ust. Hotib, S.Pd.I, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh santri.

“Kami berharap Haflatul Ikhtitam ini menjadi awal, bukan akhir. Santri harus terus belajar, terus memperbaiki diri, dan tetap menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan di madrasah,” ujarnya.

Dengan rangkaian kegiatan ini, MD Miftahun Najah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara keilmuan, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlakul karimah. (Catur)

Loading