Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
SAPU DI TANGAN, DOA DI HATI — KISAH TULUS EMAK-EMAK RT 02 RW 024 RAWAT MASJID DAN MAKAM DEMI IBADAH UMAT
Jember Inspiratif, rilisfakta.id – Kesederhanaan namun penuh makna ditunjukkan para emak-emak RT 02 RW 024 Dusun Sumber Ketangi, Desa Tugusari, yang rutin melakukan kegiatan sosial membersihkan masjid dan makam umum. Ketulusan mereka menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pelayanan bagi umat.
Kegiatan tersebut diketahui awak media saat melakukan kontrol sosial pada Minggu (15/2/2026) pukul 09.00 WIB di Masjid Al Barokah. Dengan penuh kebersamaan, para ibu terlihat membersihkan lantai masjid, merapikan karpet, hingga menata area ibadah agar tetap nyaman digunakan masyarakat.
Berdasarkan keterangan salah satu warga yang turut serta dalam kegiatan tersebut, Hariyati (40), kegiatan bersih-bersih masjid telah menjadi rutinitas warga.

“Kami rutin membersihkan masjid setiap hari Kamis dan Minggu, baik di hari biasa maupun saat bulan Ramadhan. Untuk makam umum biasanya kami bersihkan seminggu sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan warga di lingkungan kami,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga.
“Selain bersih-bersih, kami juga sering makan bersama, saling bertukar masakan, bahkan memasak bersama sebagai bentuk menjaga kekompakan dan tasyakuran,” tambahnya.
@rilisfakta.korwil.jatim
Memasuki bulan suci Ramadhan, para ibu memiliki harapan besar agar kondisi masjid selalu terjaga demi kenyamanan masyarakat dalam beribadah.
“Kami ingin masjid selalu bersih dan nyaman sehingga bisa memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang beribadah, terutama saat Ramadhan,” jelasnya.
Kegiatan penuh ketulusan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa Desa Tugusari, Akhmat Khoiri, S.H. Ia menilai apa yang dilakukan para ibu-ibu merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut dicontoh.
“Apa yang dilakukan ibu-ibu ini merupakan perbuatan yang sangat mulia. Kegiatan seperti ini jarang dilakukan, karena biasanya identik dengan remaja masjid, namun di sini justru para ibu-ibu yang aktif,” ungkapnya.
Ia berharap kekompakan warga terus terjaga dan dilandasi niat ibadah.
“Saya berharap kekompakan ini terus dijaga dengan niat karena Allah. InsyaAllah apa yang dilakukan akan menjadi amal kebaikan dan buah di akhirat nanti,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa para emak-emak RT 02 RW 024 juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.

“Selain kegiatan sosial, mereka juga aktif mengikuti pengajian dan kegiatan sholawat, sehingga memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Semangat gotong royong para ibu tersebut menjadi potret ketulusan warga dalam merawat rumah ibadah dan lingkungan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat. (Catur)
![]()

