Target Kemiskinan Jember Turun Drastis, Gus Fawait Perkuat Sinergi Pusat–Daerah Lewat SITASKIN

Target Kemiskinan Jember Turun Drastis, Gus Fawait Perkuat Sinergi Pusat–Daerah Lewat SITASKIN
Bagikan berita ini :

Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono

Target Kemiskinan Jember Turun Drastis, Gus Fawait Perkuat Sinergi Pusat–Daerah Lewat SITASKIN

Jember, rilisfakta.id – Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat langkah percepatan pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SITASKIN) yang digelar di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) bersama Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya, kegiatan SITASKIN menjadi titik awal kolaborasi konkret dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Jember.

“Masalah kemiskinan tidak bisa diselesaikan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak. Hari ini menjadi awal langkah nyata kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui BP Taskin,” ujar Gus Fawait.

Ia menjelaskan, kantong kemiskinan di Jember mayoritas berada di wilayah perdesaan, khususnya di kawasan pinggir hutan, perkebunan, serta daerah pesisir. Karena itu, pemerintah menyiapkan strategi terpadu yang menyasar sektor pendidikan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gus Fawait menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menurunkan angka kemiskinan secara signifikan dalam lima tahun ke depan.

“Pengentasan kemiskinan bukan proses instan. Namun kami berkomitmen dalam lima tahun ke depan angka kemiskinan di Jember harus turun drastis dibandingkan periode sebelumnya,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Jember juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat. Bantuan tersebut meliputi berbagai sektor, mulai kesehatan, pangan, pendidikan hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Di antaranya penyerahan 200 paket bantuan Gemarikan, paket sembako senilai Rp250 ribu disertai santunan tunai Rp100 ribu, serta distribusi bantuan di Kampung Zakat.

Selain itu, pemerintah juga mengaktifkan kembali sejumlah program strategis seperti Program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN), Program Genting berupa perbaikan atap rumah warga, serta Program Jambanisasi untuk meningkatkan sanitasi lingkungan.

Tak hanya itu, bantuan pendidikan juga diberikan berupa tablet bagi anak yatim usia TK dan SD, serta program Kacamata Pintar bagi penyandang tunanetra. Pemerintah juga meluncurkan Program Lansia Berdaya guna memastikan kesejahteraan warga lanjut usia tetap terjaga.

Gus Fawait berharap berbagai bantuan tersebut mampu menjadi pemicu semangat masyarakat untuk bangkit dan meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.
Sementara itu, Wakil Ketua BP Taskin Iwan Sumule menegaskan bahwa Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah prioritas penanganan kemiskinan nasional karena angka kemiskinan ekstrem yang masih cukup tinggi.

Ia menekankan pentingnya program pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan dan tidak bersifat sementara agar dampaknya dapat dirasakan secara konsisten.


“Kunci utama keberhasilan pengentasan kemiskinan adalah kolaborasi dan keberlanjutan program. Kami hadir untuk memastikan birokrasi tidak lagi menjadi penghambat program kesejahteraan masyarakat,” ujar Iwan.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (***)

Loading