Korwil Jatim: Catur Teguh Wiyono
Gaspol Benahi Jember, Bupati Gus Fawait Bentuk Dua Satgas Strategis Lintas Sektor Prioritaskan Penanganan Banjir Dan Stunting
Jember, rilisfakta.id – Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait (Gus Fawait) tancap gas membenahi persoalan krusial daerah. Dua satuan tugas (Satgas) strategis lintas sektor resmi dibentuk untuk mempercepat penanganan banjir, penataan infrastruktur, hingga pengentasan kemiskinan dan stunting. Peluncuran Satgas tersebut berlangsung di Pendopo Wahyawibawagra, Sabtu (31/1/2026).
Dua Satgas yang diluncurkan yakni Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang serta Satgas Pengentasan Kemiskinan, Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB). Keduanya dirancang bekerja secara terpadu dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), guna memastikan kebijakan yang diambil bersifat komprehensif dan tepat sasaran.
Bupati Gus Fawait menegaskan, pembentukan Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang merupakan langkah konkret menjawab persoalan banjir yang berulang kali melanda sejumlah kawasan di Jember, terutama saat musim hujan. Ia menilai, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan sektoral semata.
“Banjir ini bukan sekadar soal curah hujan. Ada persoalan tata ruang, sistem drainase, hingga pembangunan yang menyimpang dari aturan. Karena itu, penyelesaiannya harus lintas OPD dan terintegrasi,” ujar Gus Fawait.
Ia juga mengungkapkan adanya indikasi pelanggaran tata ruang, termasuk pembangunan perumahan di bantaran sungai yang bahkan telah mengantongi sertifikat. Kondisi ini, menurutnya, akan menjadi perhatian serius Satgas untuk dilakukan penelusuran dan penindakan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Jika ditemukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan, tentu akan kami tindak secara tegas sesuai aturan,” tegasnya.
Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang melibatkan Dinas PU Bina Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta OPD teknis terkait lainnya. Kinerja Satgas ini akan dievaluasi secara berkala setiap pekan guna memastikan progres berjalan optimal.
Di sisi lain, pembentukan Satgas Pengentasan Kemiskinan, Stunting, AKI, dan AKB menjadi respons atas masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Jember yang selama ini masuk kategori tertinggi di Jawa Timur.
Gus Fawait menekankan, kemiskinan merupakan akar dari berbagai persoalan sosial dan kesehatan, termasuk stunting serta tingginya angka kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus terintegrasi, terukur, dan meninggalkan pola penanganan lama yang dinilai tidak efektif.
Satgas tersebut juga akan disinergikan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah hingga mencapai Rp4 triliun per tahun, sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Tak hanya fokus pada pengendalian banjir, Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang juga diberi mandat mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur, mulai dari peningkatan kualitas jalan, pembenahan saluran drainase, hingga pemetaan kewenangan jalan, baik milik nasional, provinsi, kabupaten, desa, maupun BUMN seperti PTPN dan Perhutani.
“Melalui kerja kolaboratif ini, kami berharap pembangunan Jember dapat berjalan lebih terarah, pertumbuhan ekonomi semakin kuat, dan kualitas hidup masyarakat meningkat hingga ke pelosok desa,” pungkas Gus Fawait. (Catur)
![]()

