Way Kanan, rilisfakta.id, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menerima Kunjungan Kerja Pemerintah Provinsi Lampung di Kabupaten Way Kanan, Jum’at (19/12/2025).
Bupati Ayu Asalasiyah, S.Ked., beserta Komandan Kodim 0427/WK, Kapolres Way Kanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., menyambut kedatangan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.T., beserta jajaran dalam rangka Kujungan Kerja di Kabupaten Way Kanan, tepatnya di Kampung Nuar Maju, Kecamatan Buay Bahuga.
Bupati Ayu menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Unggulan Terpadu Provinsi Lampung “Desaku Maju”, yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sebagai langkah strategis mempercepat pembangunan ekonomi berbasis desa.
Program yang diluncurkan pada tahun 2025 ini dirancang untuk mendorong transformasi desa agar menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing melalui pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Program Desaku Maju berfokus pada beberapa pilat utama, di antaranya Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), hilirisasi produk desa, kemandirian pupuk dan kesuburan tanah, peningkatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta digitalisasi desa.
Bupati Ayu menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Desaku Maju memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa di Way Kanan, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan penguatan ekonomi lokal.
“Program Desaku Maju merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pembangunan desa. Program ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian dan peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat”, ujar Bupati Way Kanan.
Pada aspek kemandirian pupuk dan kesuburan tanah, Pemprov Lampung melalui pengembangan Suplemen Tanah Cair (STC) atau Pupuk Organik Cair (POC) berperan penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
Kabupaten Way Kanan memperoleh alokasi pengembangan STC di 20 titik lokasi lahan padi sawah potensial yang tersebar di Kecamatan Buay Bahuga, Bahuga, Bumi Agung, Pakuan Ratu, dan Banjit. Seluruh kelompok penerima telah menerima instalasi dan perlengkapannya serta mulai melakukan proses produksi dan pengaplikasian di lahan pertanian.
“Melalui pemanfaatan pupuk organik cair ini, kami berharap kesuburan tanah dapat meningkat secara alami, biaya produksi pertanian dapat ditekan, serta pemanfaatan limbah organik masyarakat dapat dioptimalkan”, lanjutnya.
Selain meningkatkan kesuburan tanah, pemanfaatan STC juga diharapkan mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit serta memberdayakan kelompok tani dan kelompok wanita tani di desa. Pada pilar hilirisasi produk desa, Kabupaten Way Kanan telah menerima dua unit Bed Dryer yang terpasang secara terpadu di RMP Kampung Nuar Maju. Fasilitas ini diharapkan mampu menyerap gabah petani di wilayah Kecamatan Buay Bahuga dan sekitarnya, termasuk Kecamatan Bumi Agung dan Bahuga, sehingga mennghasilkan Gabah Kering Giling (GKG) dengan kualitas dan nilai jual yang lebih tinggi.
“Kami ingin petani tidak lagi hanya menjual gabah sebagai bahan mentah, tetapi mampu mengolah hasil panennya di desa agar nilai jualnya lebih tinggi dan manfaat ekonominya kembali ke masyarakat”, kata Bupati.
Saat ini, Bed Dryer telah melalui tahap uji coba namun belum beroperasi secara optimal. Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus mendorong optimalisasi pemanfaatannya melalui kerja sama dengan Perum Bulog serta berkoordinasi dengan PLN terkait pemasangan trafo listrik guna mendukung operasional RMP dan Bed Dryer ke depan.
Dalam hal digitalisasi desa, Kampung Nuar Maju telah mulai menerapkan pelayanan masyarakat berbasis aplikasi elektronik yang akan terus dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Digitalisasi desa menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan desa”, jelasnya.
Sementara itu, pada aspek peningkatan kapasitas BUMDes, BUMDes Kampung Nuar Maju saat ini mengelola usaha ternak ayam petelur dengan kapasitas sekitar 500 ekor ayam dan produksi mencapai 350 hingga 400 butir telur per hari.
“Penguatan BUMDes adalah kunci penggerak ekonomi desaa. Kami akan terus mendorong peningkatan kapasitas usaha, manajemen yang lebih baik, serta penguatan pemasaran agar BUMDes benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat”, tambahnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Ayu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Lampung dan seluruh jajaran Pemprov Lampung atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Way Kanan melalui Program Desaku Maju.
“Sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten ini menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Way Kanan Maju dan Sejahtera, sejalan dengan visi Lampung Maju menuju Indonesia Emas”, pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa kebijakan Presiden Republik Indonesia terkait kenaikan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani. Namun demikian, Provinsi Lampung masih menghadapi persoalan struktural, salah satunya karena gabah masih banyak dijual dalam kondisi basah dan dipasarkan ke luar daerah.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menjalankan dua program utama, yakni penyediaan fasilitas pengering gabah di desa-desa serta penguatan rice milling agar gabah dapat diolah menjadi beras di daerah sendiri. Kabupaten Way Kanan dinilai sebagai salah satu daerah yang siap mendukung kebijakan tersebut karena telah memiliki fasilitas penggilingan padi.
Gubernur Lampung mendorong agar Kabupaten Way Kanan tidak hanya menjadi sentra produksi gabah, tetapi juga mampu memproduksi beras daerah secara mandiri dengan dukungan fasilitas pengering dan penggilingan yang tersedia. Lebih lanjut, Gubernur Lampung meminta kepada Bupati Way Kanan agar mulai mempersiapkan produksi beras daerah pada awal tahun 2026.
Selain penguatan pascapanen, Gubernur Lampung juga meninjau lokasi produksi Pupuk Organik Cair (POC) di Pekon Suka Agung. Program POC ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian yang ditujukan untuk membantu petani menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen hingga 15–20 persen, serta mendukung pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Menutup rangkaian kunjungan kerja tersebut, Gubernur Lampung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam memastikan pembangunan daerah berjalan efektif, merata, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi bersama Lampung Maju menuju Indonesia Emas, melalui pembangunan desa yang kuat, mandiri, dan berdaya saing sebagai fondasi utama pertumbuhan daerah. (***)
Editor. Alting
![]()

